Produksi Gula Nasional 2025 Capai 2,67 Juta Ton, Masih Andalkan Impor
Produksi gula Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 2,6-2,67 juta ton, menjadikannya yang terbesar kedua di ASEAN, namun masih jauh dari kebutuhan nasional 6,5 juta ton. Meski ada peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, pemerintah tetap mengimpor gula untuk menutup defisit, terutama raw sugar untuk industri.
Proyeksi Produksi
Kementerian Pertanian mencatat produksi gula 2025 sebesar 2,67 juta ton, didukung proyeksi FAO yang menyebut 2,6 juta ton untuk periode 2024/2025. Angka ini menunjukkan kemajuan, dengan target 3 juta ton pada 2026 untuk mendekati swasembada. Namun, produksi lokal rata-rata hanya 2,3 juta ton per tahun, sehingga ketergantungan impor dari Brasil dan Thailand tetap tinggi.
Kebijakan Impor
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengimpor 200.000 ton raw sugar sebelum April 2025 untuk cadangan pangan menjelang Lebaran dan musim giling. Pada 2026, impor difokuskan pada 3,12 juta ton gula mentah untuk industri saja, tanpa gula konsumsi. Langkah ini memastikan pasokan industri lancar sambil mendukung ekspor.
Tantangan Swasembada
Defisit produksi membebani devisa dan perdagangan, meski ada ambisi swasembada gula konsumsi. Kritik muncul karena impor dilakukan saat stok domestik cukup untuk 4-5 bulan, dengan seruan prioritaskan pembelian lokal. Kementan mempercepat program untuk tingkatkan produktivitas tebu.

