Profil PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL): Prospek Saham Cerah di 2026?
Kinerja Keuangan 2025
Pada 2025, TOTL mencatatkan laba bersih Rp414 miliar, melonjak 56% dari Rp265 miliar di 2024, didorong oleh pendapatan usaha mendekati Rp4 triliun dan kontrak baru Rp6,87 triliun yang melampaui target Rp5 triliun.
Pendapatan usaha naik 26% YoY menjadi Rp3,9 triliun, dengan rasio hutang rendah (DER <1) dan ROE di atas 15% menunjukkan profitabilitas kuat serta likuiditas baik.
Proyek swasta mendominasi portofolio, didukung pipeline tender Rp7,79 triliun per akhir 2025.
Target dan Kontrak Baru 2026
TOTL menargetkan kontrak baru Rp5 triliun, pendapatan Rp3,8 triliun, dan laba bersih Rp350 miliar di 2026, relatif stabil dari pencapaian sebelumnya.
Pada kuartal I 2026, kontrak baru sudah mencapai Rp2,6 triliun, meski ada dampak tidak langsung dari kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik.
Perusahaan berencana ekspansi dengan 10 kegiatan usaha baru, termasuk fasilitas teknologi tinggi, untuk diversifikasi.
Analisis Teknikal Saham
| (Foto Saham TOTL dari Google Finansial) |
Prospek dan Risiko
Prospek TOTL cerah di 2026 berkat momentum kontrak stabil dan dominasi proyek swasta, meski rentan fluktuasi material akibat geopolitik.
Rekomendasi beli masuk jika harga stabil di atas Rp1.033, dengan potensi pertumbuhan laba berkelanjutan.
Investor disarankan pantau pipeline tender dan kinerja kuartalan untuk validasi target.

