Raphinha Terancam Sanksi UEFA Usai Sebut Barcelona "Dirampok" Wasit
Penyerang Barcelona Raphinha menuai kontroversi setelah mengkritik keras wasit Clement Turpin usai timnya tersingkir dari Liga Champions 2025/2026. Barcelona kalah agregat 2-3 dari Atletico Madrid di perempat final, meski menang 2-1 di leg kedua.
Kronologi Kontroversi
Raphinha, yang absen karena cedera di laga tersebut, meluapkan kekesalan pasca-pertandingan di Wanda Metropolitano. Ia menyebut pertandingan "dirampok" oleh keputusan wasit yang dianggap tidak adil, termasuk banyak pelanggaran Atletico tanpa sanksi. Barcelona juga kehilangan Eric Garcia via kartu merah, menyulitkan comeback mereka.
Ancaman Hukuman UEFA
Komentar Raphinha dinilai melanggar aturan UEFA karena merendahkan wasit dan otoritas sepak bola Eropa, seperti dilaporkan Mundo Deportivo. Sanksi potensial mencakup larangan bertanding hingga tiga laga di kompetisi antarklub Eropa, mirip kasus Neymar tahun 2019. Gestur provokatifnya terhadap fans Atletico juga disorot sebagai pelanggaran tambahan.
Respons Raphinha dan Barcelona
Raphinha kemudian meminta maaf atas gesturnya kepada suporter Atletico, tapi mempertahankan kritiknya terhadap wasit. Barcelona sebelumnya sempat protes resmi ke UEFA soal keputusan leg pertama, meski ditolak. Insiden ini menambah panas rivalitas Blaugrana dengan wasit Eropa musim ini.

