Saham Bank Danamon Melonjak 25 Persen ke Level Tertinggi Tiga Tahun

 

Saham Bank Danamon Melonjak 25 Persen ke Level Tertinggi Tiga Tahun

Saham Bank Danamon (BDMN) melonjak tajam hingga mencapai level auto rejection atas (ARA) dalam dua hari perdagangan terakhir, didorong oleh ekspektasi aksi korporasi dari MUFG di pasar perbankan Asia.

Pergerakan agresif ini menunjukkan respons cepat pelaku pasar terhadap sentimen akuisisi dan potensi restrukturisasi industri perbankan nasional.

Pergerakan harga saham BDMN

Saham Bank Danamon Melonjak 25 Persen ke Level Tertinggi Tiga Tahun
(Foto Saham BDMN dari Google Finansial)
Pada perdagangan Rabu, 22 April 2026, saham BDMN sudah menyentuh level ARA di Rp3.850 per saham pada pukul 09.35 WIB.

Sebelumnya, harga pembukaan berada di sekitar Rp2.600 per saham, sehingga dalam dua hari saja saham BDMN tercatat meroket hingga sekitar 48% secara kumulatif.

Faktor pendorong kenaikan

Kenaikan tajam ini dikaitkan dengan rencana aksi korporasi MUFG, pemegang saham pengendali Danamon, yang aktif mencari peluang akuisisi dan penguatan portofolio di kawasan Asia.

Sentimen tersebut memicu aksi beli spekulatif dan mekanisme banding harga, sehingga harga saham BDMN bergerak ke batas wajar harian yang ditetapkan bursa.

Kondisi fundamental Danamon

Dari sisi fundamental, Bank Danamon termasuk emiten perbankan dengan kinerja konsisten: laba bersihnya tumbuh sekitar 21% pada sembilan bulan pertama 2025, didukung NPL yang membaik dan efisiensi biaya operasional.

Kapitalisasi pasar emiten ini juga berada di kisaran puluhan triliun rupiah, dengan rasio harga terhadap laba (P/E) yang umumnya masih tergolong moderat bagi kategori bank konvensional besar.

Pesan untuk investor ritel

Lonjakan harga tipis 48% dalam dua hari menunjukkan bahwa BDMN bisa menjadi saham bergerak volatil, sehingga investor ritel perlu waspada terhadap risiko over‑reaction dan koreksi harga setelah puncak sentimen.

Selain mengamati sentimen korporasi, investor disarankan tetap memperhatikan rasio‑rasio kunci seperti ROE, NPL, likuiditas, dan imbal hasil dividen sebelum mengambil keputusan eksekusi.

Next Post Previous Post