Saham BREN dan DSSA Anjlok Lagi Usai MSCI Umumkan Coretan Saham HSC dari Indeks

Saham BREN dan DSSA Anjlok Lagi Usai MSCI Umumkan Coretan Saham HSC dari Indeks

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kembali tertekan setelah pengumuman MSCI terkait penghapusan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari indeks globalnya. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berencana mencoret saham seperti HSC dari indeks IDX80, memperburuk sentimen pasar.

Latar Belakang Pengumuman MSCI

MSCI Inc mengumumkan pada 20 April 2026 bahwa akan menghapus saham HSC dari indeksnya, termasuk yang diidentifikasi otoritas Indonesia seperti BEI. 

Kebijakan ini menyasar emiten dengan free float rendah akibat dominasi pemegang saham tertentu, seperti BREN (97,31%) dan DSSA (95,71%) per 31 Maret 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut reformasi pasar modal Indonesia yang masih dinilai terbatas.

Pergerakan Harga Saham

Saham BREN dan DSSA Anjlok Lagi Usai MSCI Umumkan Coretan Saham HSC dari Indeks
(Foto Saham DSSA dari Aplikasi Stockbit)
Pada perdagangan 21 April 2026, BREN anjlok hingga 9,47% ke Rp5.975 dengan transaksi Rp108,74 miliar, sementara DSSA rontok 13,76%-14,98% ke Rp2.780-Rp2.810 (bahkan ARB). 

Sembilan emiten HSC lain ikut jeblok, menekan IHSG tutup merah di 7.559,38 (turun 0,46%). Dampak ini mirip reaksi awal saat BEI umumkan daftar HSC pada 2 April 2026.

Dampak dan Risiko ke Depan

Analis prediksi outflow dana hingga Rp8 triliun jika BREN-DSSA didepak dari MSCI Indonesia Global Standard. 

MSCI berpotensi gunakan data kepemilikan 1% untuk sesuaikan free float, tingkatkan pengawasan investabilitas. Investor disarankan pantau review indeks MSCI Mei 2026 untuk potensi volatilitas lanjutan.

 

Next Post Previous Post