Tiga Kunci Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Dinamika Global
Bank Indonesia menegaskan ada tiga faktor utama yang menopang ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global, yaitu kredibilitas kebijakan, kemampuan beradaptasi terhadap dinamika global, dan penguatan kemitraan internasional. Pesan ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rangkaian pertemuan IMF-World Bank Spring Meetings 2026 di Washington DC, Amerika Serikat.
Dalam pertemuan dengan investor global, US-ASEAN Business Council, dan International Monetary Fund, Perry menekankan pentingnya konsistensi kebijakan moneter, fiskal, dan stabilitas sistem keuangan yang dijalankan secara kredibel. BI menilai sinergi antarkebijakan menjadi fondasi utama agar ekonomi tetap kuat menghadapi gejolak eksternal.
Kredibilitas Kebijakan Jadi Fondasi
Kunci pertama yang disorot BI adalah kredibilitas kebijakan. Artinya, kebijakan moneter, fiskal, dan stabilitas keuangan harus berjalan searah dan konsisten, sehingga pelaku pasar memiliki keyakinan terhadap arah ekonomi nasional.
Di tengah kondisi global yang tidak menentu, kredibilitas ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan mencegah gejolak berlebihan di pasar keuangan. BI menilai kebijakan yang jelas dan terukur akan membuat Indonesia lebih siap menghadapi risiko eksternal.
Adaptasi terhadap Perubahan Global
Faktor kedua adalah kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dinamika global. BI menyebut kebijakan ekonomi tidak bisa statis, melainkan harus terus disesuaikan dengan perkembangan geopolitik, geoekonomi, rantai pasok, dan risiko global lain yang muncul.
Penyesuaian ini penting karena ancaman ekonomi sekarang tidak hanya datang dari harga komoditas atau energi, tetapi juga dari dampak rambatan global yang lebih luas. Dengan kalibrasi kebijakan yang tepat, Indonesia bisa menjaga daya tahan ekonominya lebih baik.
Kemitraan Internasional Diperkuat
Kunci ketiga adalah penguatan kemitraan internasional. BI menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, untuk menjaga kepercayaan pasar dan memperluas ruang kolaborasi ekonomi.
Pertemuan langsung dengan pelaku usaha dan lembaga internasional juga menjadi sarana BI untuk menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Inti Pesan BI
Secara sederhana, pesan BI adalah bahwa ketahanan ekonomi Indonesia bertumpu pada kebijakan yang kredibel, kemampuan menyesuaikan diri, dan jejaring internasional yang kuat. Tiga hal itu dianggap saling melengkapi untuk menjaga stabilitas ekonomi di saat dunia sedang bergejolak.

