S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB dengan Outlook Stabil

S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB dengan Outlook Stabil
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Standard & Poor’s (S&P Global Ratings) mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Pernyataan ini disampaikan Purbaya setelah bertemu perwakilan S&P di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis (16/4/2026).

Makna Rating BBB dan Outlook Stabil

Rating BBB termasuk kategori Investment Grade, artinya Indonesia dinilai masih layak investasi dengan risiko gagal bayar yang relatif rendah. Sementara outlook stabil menunjukkan S&P tidak melihat tekanan fundamental yang cukup kuat untuk memicu penurunan peringkat dalam waktu dekat.

Purbaya menilai konfirmasi ini menjadi sinyal positif bagi kepercayaan pelaku pasar terhadap kebijakan fiskal dan kemampuan pemerintah membayar utang.

Kebijakan Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi

Dalam pertemuan tersebut, S&P dinilai cukup puas dengan kondisi fiskal Indonesia dan kebijakan pemerintah yang menjaga defisit APBN di bawah 3% dari PDB. Purbaya juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat struktur fiskal dan mengelola utang secara berkelanjutan.

S&P juga menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai membaik, terutama pada kuartal IV/2025 yang mencapai sekitar 5,39%. Purbaya menuturkan bahwa S&P melihat rasio utang terhadap PDB masih dalam level yang dapat dikelola, sehingga bukan berada di zona berbahaya.

Merespons Laporan “Risiko Tinggi” di Asia

Sebelumnya sempat beredar laporan yang menyebut Indonesia memiliki risiko tinggi di kawasan Asia. Purbaya meluruskan bahwa penilaian tersebut merujuk pada data dan asesmen lama yang dirilis sebelum pertemuan koordinasi dengan S&P digelar.

“Yang beredar adalah laporan yang diberikan sebelum pertemuan, sehingga tidak menggambarkan situasi terkini,” tandas Purbaya, menegaskan bahwa hasil asesmen S&P terbaru justru menegaskan stabilitas outlook peringkat Indonesia.

Kunjungan S&P ke Indonesia pada Juni 2026

Purbaya juga mengungkap bahwa S&P berencana mengunjungi Indonesia pada Juni 2026 untuk melakukan penilaian lebih lanjut. Kunjungan ini akan memperdalam pemahaman S&P terhadap kondisi ekonomi, reformasi struktural, dan implementasi kebijakan fiskal jangka menengah.

Dengan mempertahankan rating BBB dan outlook stabil, pemerintah berharap iklim investasi tetap terjaga, biaya utang dapat ditekan, dan ruang fiskal tetap cukup untuk mendukung pembangunan dan pemulihan ekonomi ke depan.

Next Post Previous Post