Bisnis Pengelolaan Limbah TBS Energi Utama: Transformasi Menuju Energi Hijau

 

Bisnis Pengelolaan Limbah TBS Energi Utama: Transformasi Menuju Energi Hijau

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) sedang mengalami transisi signifikan dari bisnis batu bara ke sektor energi bersih, dengan pengelolaan limbah menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan. Bisnis ini menunjukkan lonjakan luar biasa, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.

Pertumbuhan Pendapatan Limbah

Pada Januari-September 2025, pendapatan dari pengelolaan dan pembuangan limbah melonjak 1.048% menjadi US$111,9 juta dari US$9,75 juta tahun sebelumnya. 

Di kuartal I 2026, segmen ini menyumbang hingga 60% total pendapatan, dengan kenaikan keseluruhan pendapatan konsolidasi 20,5%. Kontribusi ini mencapai 41% pada periode sebelumnya, mengurangi ketergantungan pada batu bara yang turun menjadi 51%.

Strategi Ekspansi dan Akuisisi

TOBA mengakuisisi ARAH Environmental melalui anak usaha PT Solusi Bersih TBS (SBT) untuk mengolah limbah medis, B3, domestik, dan elektronik. 

Melalui CORA Environment, perusahaan berinvestasi SGD200 juta (Rp2,56 triliun) untuk waste-to-energy di ASEAN selama lima tahun ke depan. Fokus ini sejalan dengan visi low-carbon, termasuk energi terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik.

Dampak Finansial dan Keberlanjutan

Meski sempat rugi di 2025 akibat transisi, TOBA memangkas kerugian bersih 83% pada kuartal I 2026 menjadi US$9,5 juta berkat diversifikasi. 

Pengelolaan limbah kini jadi motor bisnis hijau, mengurangi eksposur volatilitas batu bara dan meningkatkan valuasi ESG. Perusahaan terus transparan melalui laporan tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Next Post Previous Post