BMRI Menguat, Analis Ungkap Batas Kenaikan Sahamnya

BMRI Menguat, Analis Ungkap Batas Kenaikan Sahamnya

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali bergerak menguat dan memunculkan pertanyaan sampai di level mana reli ini bisa berlanjut. Sejumlah analis menilai saham bank pelat merah ini masih memiliki ruang kenaikan, tetapi juga menghadapi area resistensi yang berpotensi membatasi laju penguatannya.

Pergerakan Saham BMRI

BMRI Menguat, Analis Ungkap Batas Kenaikan Sahamnya
(Foto Saham BMRI dari Aplikasi Stockbit)
Pada pertengahan 2025, BMRI sempat bergerak menguat ke area Rp5.325 per saham, dan dalam periode lain juga ditutup di sekitar Rp4.970 setelah naik intraday lebih dari 3%. Dalam catatan pasar, penguatan BMRI terjadi di tengah sentimen valuasi yang dinilai masih menarik oleh sebagian sekuritas.

Meski begitu, pergerakan saham ini juga menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada Juni 2025, BMRI sempat berada di sekitar Rp4.930 dengan area support penting di Rp4.810, menandakan saham ini masih sensitif terhadap tekanan jual.

Target Harga Analis

Dari sisi valuasi, Samuel Sekuritas pernah menurunkan target harga BMRI 12 bulan ke depan menjadi Rp5.100 dengan asumsi PBV 1,5 kali. Di sisi lain, Kiwoom Sekuritas menilai saham BMRI masih terlalu murah dan mematok target harga Rp6.300.

KB Valbury Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi buy untuk BMRI dengan target harga Rp6.240. Sementara itu, riset lain menyebut BMRI masih diperdagangkan di bawah nilai wajarnya dengan potensi kenaikan lebih dari 21% dari harga pasar saat itu.

Area Mentok

Secara teknikal, area yang kerap disebut sebagai batas atas BMRI berada di sekitar Rp5.300 hingga Rp5.325, lalu Rp5.575, dan berikutnya Rp6.300 bila breakout benar-benar terjadi. Jika harga gagal menembus area tersebut, BMRI berisiko kembali terkoreksi ke support Rp4.810 atau bahkan ke area lebih rendah.

Artinya, kata “mentok” untuk BMRI sangat bergantung pada apakah saham ini mampu melewati resistance terdekatnya. Selama belum ada breakout yang meyakinkan, penguatan BMRI masih lebih cocok disebut sebagai reli bertahap dengan batas atas yang jelas.

Faktor Penggerak

Selain sentimen valuasi, BMRI juga dipengaruhi oleh kinerja fundamental dan persepsi pasar terhadap saham perbankan besar. Pada awal 2026, sempat muncul transaksi pembelian saham BMRI melalui skema repo, yang ikut menambah perhatian pasar terhadap emiten ini.

Namun, kinerja kuartalan yang melambat sempat menekan harga saham BMRI pada akhir 2025, menunjukkan bahwa pasar tetap bereaksi cepat terhadap hasil keuangan. Karena itu, arah BMRI ke depan akan sangat ditentukan oleh kombinasi kinerja laba, suku bunga, dan sentimen risk-on di pasar saham.

Next Post Previous Post