Elnusa Catat Pertumbuhan Jasa Transportasi Energi hingga 22 Persen
PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha Pertamina Hulu Energi, mencatat kinerja solid di kuartal pertama 2026 meski menghadapi tantangan pasar energi. Perusahaan ini berhasil mempertahankan pertumbuhan di tengah fluktuasi harga komoditas.
Pendapatan dan Laba Bersih
Pendapatan usaha Elnusa mencapai Rp3,6 triliun pada kuartal I 2026, sejalan dengan kontribusi utama dari segmen penjualan barang dan jasa distribusi logistik energi yang menyumbang 64 persen. Laba bersih tercatat Rp190 miliar, tumbuh 2 persen secara year-on-year (YoY) dari Rp187 miliar periode sebelumnya. Net profit margin meningkat menjadi 5,2 persen, menunjukkan disiplin biaya yang lebih baik.
EBITDA dan Efisiensi Operasional
EBITDA Elnusa naik 7 persen YoY menjadi Rp423 miliar, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional secara keseluruhan. Volume throughput jasa transportasi bahan bakar melonjak 22 persen YoY hingga akhir Maret 2026. Performa ini didorong oleh stabilitas segmen distribusi energi di tengah tekanan pada bisnis hulu migas.
Arus Kas dan Likuiditas
Arus kas operasi (CFO) menjadi sorotan utama dengan lonjakan 267 persen YoY menjadi Rp1,04 triliun, menandakan ketahanan finansial yang kuat. Posisi kas perusahaan menguat 15 persen menjadi Rp3,39 triliun per akhir kuartal, memberi ruang ekspansi selektif. Likuiditas ini mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutan di subholding upstream Pertamina.
|
Metrik Keuangan |
Q1 2026 |
Pertumbuhan YoY |
|
Pendapatan Usaha |
Rp3,6T |
Stabil |
|
Laba Bersih |
Rp190M |
+2% |
|
EBITDA |
Rp423M |
+7% |
|
CFO |
Rp1,04T |
+267% |
|
Posisi Kas |
Rp3,39T |
+15% |

