Geoprima Solusi Bidik Laba Rp10,36 Miliar pada Tahun 2026

Geoprima Solusi Bidik Laba Rp10,36 Miliar pada Tahun 2026

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menargetkan laba bersih Rp10,36 miliar pada 2026 setelah diakuisisi Tjokro Group. Target ini mencerminkan transformasi bisnis agresif pasca-akuisisi.

Target Keuangan 2026

GPSO memproyeksikan penjualan mencapai Rp92,47 miliar pada 2026, naik 1.584% dari realisasi 2025 sebesar Rp5,49 miliar. Laba tahun berjalan ditargetkan Rp10,36 miliar, berbalik dari rugi Rp3,18 miliar tahun sebelumnya. Strategi ini fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi lini usaha utama.

Latar Belakang Akuisisi

Akuisisi oleh PT PIMSF Pulogadung (bagian Tjokro Group) telah rampung, membawa visi ekosistem solusi mekanikal terpadu dari hulu hingga hilir. Perubahan pengendali ini menjadi katalis utama pemulihan kinerja. Manajemen optimistis didukung pertumbuhan ekonomi nasional dan global yang stabil.

Transformasi Bisnis

GPSO beralih dari perdagangan besar mesin dan jasa survei menjadi pemain utama di industri komponen mekanikal, machining terpadu, komponen sepeda motor, real estate, serta perdagangan mesin industri. Pada tahap awal, perusahaan mengakuisisi aset PT Jakarta Indah Casting (JIC), termasuk tanah 15.400 m² di Bekasi, pabrik, dan mesin ferro casting. Langkah ini mendukung kebutuhan efisiensi dan digitalisasi di sektor konstruksi, pertambangan, serta tata ruang.

Prospek Masa Depan

Proyeksi positif GPSO didorong oleh pemulihan ekonomi Indonesia dan tren global. Dengan dukungan Tjokro Group, perusahaan siap ekspansi melalui pendanaan eksternal jika diperlukan. Investor dapat pantau keterbukaan informasi GPSO untuk update lebih lanjut.

 

Next Post Previous Post