Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Terkuat di Sektor Akomodasi dan Makan Minum
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% (yoy) pada kuartal I 2026, lebih tinggi dari 4,87% pada periode sama tahun sebelumnya. PDB harga konstan naik menjadi Rp3.447,7 triliun dari Rp3.264,6 triliun, sementara harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun. Secara kuartalan (qtq), terjadi kontraksi 0,77% dibanding triwulan IV 2025.
Sektor Penggerak Utama
Dari 17 lapangan usaha, 15 mengalami pertumbuhan positif dengan sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum memimpin di 13,14% (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kinerja makanan-minuman akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG), momen libur nasional, dan Ramadan-Idul Fitri. Sektor lain seperti jasa lainnya (9,91%), transportasi-pergudangan (8,04%), dan jasa kesehatan (7,62%) juga kuat, didukung mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Pertumbuhan per Lapangan Usaha
Berikut tabel pertumbuhan PDB per lapangan usaha kuartal I 2026 (yoy), diurutkan tertinggi ke terendah:
|
Lapangan Usaha |
Pertumbuhan (yoy) |
|
Penyediaan akomodasi dan makan-minum |
13,14% |
|
Jasa lainnya |
9,91% |
|
Transportasi dan pergudangan |
8,04% |
|
Jasa kesehatan dan kegiatan sosial |
7,62% |
|
Informasi dan komunikasi |
7,14% |
|
Administrasi pemerintahan, dll. |
6,45% |
|
Perdagangan besar/eceran, reparasi |
6,26% |
|
Konstruksi |
5,49% |
|
Jasa pendidikan |
5,18% |
|
Industri pengolahan |
5,04% |
|
Pertanian, kehutanan, perikanan |
4,97% |
|
Jasa perusahaan |
4,91% |
|
Jasa keuangan dan asuransi |
4,68% |
|
Real estat |
3,54% |
|
Pengadaan air, sampah, dll. |
0,42% |
|
Pengadaan listrik dan gas |
-0,99% |
|
Pertambangan dan penggalian |
-2,14% |
Sumber Pertumbuhan Ekonomi
Industri pengolahan jadi penyumbang terbesar (1,03 poin persen), diikuti perdagangan (0,82 poin), pertanian (0,55 poin), dan konstruksi (0,53 poin). Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,53% sebagai penopang utama, sementara belanja pemerintah melonjak 21,81%. Lima sektor utama (pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, pertambangan) mencakup 63,52% PDB.
Dampak dan Prospek
Pertumbuhan ini tertinggi sejak pandemi, menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Program MBG dan peningkatan pariwisata domestik-mancanegara jadi kunci sukses sektor akomodasi. Pemerintah optimis target tahunan 5,2-5,4% tercapai dengan belanja negara dan konsumsi yang solid.

