Kenapa Crypto Turun Hari Ini? Bitcoin Tembus di Bawah $80.000, ETF Alami Arus Keluar

Kenapa Crypto Turun Hari Ini? Bitcoin Tembus di Bawah $80.000, ETF Alami Arus Keluar

Pasar kripto kembali tertekan setelah Bitcoin jatuh di bawah level psikologis $80.000. Tekanan ini tidak hanya datang dari aksi ambil untung, tetapi juga dari lemahnya arus dana ke spot ETF Bitcoin dan meningkatnya kehati-hatian investor institusional.

Penurunan Bitcoin ikut menyeret altcoin utama. Solana, Hyperliquid, dan Cardano tercatat melemah tajam, sementara BNB dan Tron relatif lebih tahan dibanding aset kripto lainnya.

Apa yang Menekan Bitcoin

Kenapa Crypto Turun Hari Ini? Bitcoin Tembus di Bawah $80.000, ETF Alami Arus Keluar
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Bitcoin sempat pulih sejak akhir April setelah pembeli mempertahankan area support di sekitar $75.000. Momentum kemudian sempat menguat pada awal Mei ketika BTC bergerak mendekati $82.000, didorong oleh meningkatnya partisipasi spekulatif.

Namun, reli itu gagal bertahan. Penolakan berulang di area $81.000 hingga $82.000 membuat sentimen bullish melemah, terutama ketika tekanan profit-taking meningkat di pasar yang lebih luas.

Situasi memburuk pada 12–16 Mei saat candle merah besar mendorong Bitcoin kembali turun dan menembus support penting $80.000.

ETF Bitcoin Ikut Melemah

Selain faktor teknikal, arus dana ETF juga memperburuk kondisi pasar. Pada 15 Mei, ETF spot Bitcoin di AS mencatat sekitar $290 juta net outflows, dan tidak ada satu pun dari 12 ETF Bitcoin yang mencatat inflow positif pada sesi tersebut.

ETF Ethereum juga ikut tertekan dengan outflows sebesar $65,66 juta, menandai lima hari perdagangan beruntun yang negatif. Kombinasi ini menunjukkan bahwa minat institusional terhadap aset kripto sedang melemah, setidaknya dalam jangka pendek.

Imbal Hasil Treasury Naik

Faktor makro juga ikut menambah tekanan. Kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ke kisaran 4,59%–4,60% membuat aset tanpa imbal hasil seperti Bitcoin terlihat kurang menarik di tengah kekhawatiran inflasi dan harapan pemangkasan suku bunga yang memudar.

Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung beralih ke aset yang lebih defensif. Itu sebabnya crypto sering lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar global saat likuiditas mengetat.

Dampak ke Altcoin

Saat Bitcoin melemah, altcoin biasanya ikut terkoreksi karena pasar kripto masih bergerak sangat terkait satu sama lain. Di kasus ini, tekanan jual Bitcoin memperlebar pelemahan di token-token utama lain, menandakan risk appetite investor sedang turun.

Meski begitu, beberapa aset seperti Tron dan BNB masih menunjukkan ketahanan relatif. Ini mengindikasikan bahwa rotasi modal masih terjadi, walau belum cukup kuat untuk mengangkat pasar secara keseluruhan.

Prospek Pasar Kripto

Untuk saat ini, pemulihan pasar kripto sangat bergantung pada stabilnya arus masuk ETF dan meredanya tekanan makro. Jika minat institusional kembali membaik dan yield obligasi AS mulai turun, sentimen bisa pulih lebih cepat.

Sebaliknya, jika outflows ETF berlanjut dan tekanan likuiditas tetap tinggi, Bitcoin berisiko bergerak lebih rendah lagi dan menyeret pasar kripto secara lebih luas.

 

Next Post Previous Post