Kurs Dolar-Rupiah, Selasa 19 Mei 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.704
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Pergerakan Hari Ini
|
Aspek |
Keterangan |
|
Kurs tengah |
Rp 17.704 per USD |
|
Perubahan |
Melemah 0,34% dari sesi sebelumnya |
|
Buka perdagangan |
Rp 17.650/USD (melemah 0,06%) |
|
Rentang prediksi |
Rp 17.600–Rp 17.750 per USD |
|
Tutup sebelumnya |
Rp 17.655 per USD (Senin, 18/5) |
Berdasarkan data Refinitiv, pada pukul 09.13 WIB rupiah melemah ke level Rp 17.700/USD, dan selanjutnya menyentuh Rp 17.704. Bank BCA mencatat kurs jual USD di Rp 17.705 pada 09.03 WIB, sangat dekat dengan kurs tengah pasar.
Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah
Tekanan terhadap rupiah semakin dalam karena beberapa faktor:
Indeks dolar AS yang menguat di pasar internasional
Aliran modal keluar dari aset berdenominasi rupiah
Ketidakpastian ekonomi global yang meningkatkan permintaan terhadap safe-haven seperti dolar AS
Rupiah sudah mengalami tren melemah sejak awal Mei 2026. Pada Selasa (12/5), rupiah sempat tembus Rp 17.514 per USD, dan pelemahan terus berlanjut hingga hari ini.
Kurs di Bank Besar (19 Mei 2026)
|
Bank |
Kurs Beli |
Kurs Jual |
|
BCA |
Rp 17.685 |
Rp 17.705 |
|
BRI |
Rp 17.570 |
Rp 17.770 |
Outlook Jangka Pendek
Analis memperkirakan rupiah akan tetap fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam rentang Rp 17.600–Rp 17.750 per USD sepanjang hari ini. Pemantauan terhadap kebijakan Bank Indonesia dan pergerakan dolar AS di pasar global menjadi kunci arah nilai tukar ke depan.
Bagi yang membutuhkan dolar untuk transaksi internasional, disarankan memantau pergerakan kurs secara real-time karena volatilitas yang tinggi di pasar valuta asing saat ini.

