Maybank Indonesia (BNII) Bukukan PATAMI Rp299 Miliar pada Kuartal I/2026
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatat kinerja keuangan yang solid di awal tahun 2026. Bank ini membukukan laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) sebesar Rp299 miliar pada kuartal I-2026.
Kinerja Keuangan Utama Q1 2026
|
Indikator |
Nilai |
Pertumbuhan |
|
Laba sebelum pajak (PBT) |
Rp397 miliar |
- |
|
PATAMI |
Rp299 miliar |
- |
|
Pendapatan bunga bersih (NII) |
Rp1,81 triliun |
+2,1% YoY |
|
Net Interest Margin (NIM) |
4,3% |
Stabil YoY |
|
Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) |
Rp523 miliar |
- |
|
Beban pencadangan |
Rp123 miliar |
-47,9% YoY |
|
Beban operasional |
- |
+4,5% YoY |
Faktor Pendongkrak Laba
Kinerja positif Maybank Indonesia di-quarter pertama ini didorong oleh beberapa faktor kunci:
Peningkatan pendapatan bunga bersih – NII (Net Interest Income) naik 2,1% menjadi Rp1,81 triliun, didukung penurunan beban bunga dan komposisi pendanaan yang membaik
Penurunan signifikan beban pencadangan – Turun 47,9% menjadi Rp123 miliar, mencerminkan kualitas aset yang membaik dan manajemen risiko yang pruden
Fundamental bisnis inti terjaga – Pertumbuhan kredit terjadi di berbagai lini utama hingga akhir Maret 2026
Strategi Bank
Maybank Indonesia fokus pada pertumbuhan sektor ritel dan syariah sebagai strategi utama untuk mendorong kinerja ke depan. Bank ini juga mempertahankan pengelolaan biaya yang efisien meskipun beban operasional meningkat 4,5% seiring aktivitas bisnis.
Dengan kinerja ini, Maybank Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah tekanan geopolitik global dan volatilitas pasar yang terjadi pada kuartal pertama 2026.

