Menkeu Purbaya Intervensi Pasar Obligasi Rp2 Triliun Per Hari demi Stabilkan Rupiah
Latar Belakang Intervensi
Pemerintah memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, sehingga tekanan pada rupiah dan IHSG dipandang sebagai kondisi jangka pendek. Intervensi pasar obligasi dimulai untuk menjaga kepercayaan investor, terutama investor asing yang memegang surat utang negara. Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah fokus menjaga stabilitas fundamental ekonomi agar aktivitas ekonomi nasional tidak terganggu oleh tekanan pasar global.
Tujuan dan Mekanisme Intervensi
Intervensi dilakukan dengan gelontoran dana Rp2 triliun per hari ke pasar obligasi untuk menjaga harga obligasi tetap terkendali. Hal ini mencegah investor asing melepas kepemilikan obligasi karena khawatir mengalami capital loss . Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat membantu menopang pergerakan nilai tukar rupiah yang sedang mengalami tekanan.
Dampak dan Harapan Pemerintah
Purbaya Yudhi Sadewa sangat yakin bahwa operasi pasar obligasi ini akan membantu menguatkan rupiah dalam waktu dekat. Dia menilai bahwa pertengahan pekan ini tekanan dari larinya arus modal ke luar negeri akan berkurang, karena pemerintah dan investor asing mulai masuk kembali ke bond market . Dengan demikian, sentimen negatif terhadap nilai tukar dolar AS juga diharapkan berkurang.

