Pemerintah Akuisisi Saham GOTO Guna Intervensi Biaya Layanan Ojek Online

Pemerintah Akuisisi Saham GOTO Guna Intervensi Biaya
Pemerintah melalui Danantara disebut telah masuk ke struktur kepemilikan saham aplikator ojek online, termasuk GOTO, sebagai bagian dari upaya menurunkan komisi pengemudi menjadi 8 persen. CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut porsi saham itu akan ditambah secara bertahap.

Latar Belakang Kebijakan

Isu ini mencuat setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa pemerintah melalui Danantara sudah menjadi pemegang saham di aplikator ojol. Menurut Dasco, langkah itu dimaksudkan untuk memberi ruang intervensi langsung terhadap model bisnis aplikator agar lebih berpihak kepada pengemudi.

Dalam penjelasan yang beredar, kebijakan ini terkait dengan target pemangkasan potongan komisi yang selama ini dinilai memberatkan driver. Dasco menyebut dari kisaran 20 persen atau 10 persen, komisi aplikator diharapkan turun menjadi 8 persen.

Danantara dan GOTO

Pemerintah Akuisisi Saham GOTO Guna Intervensi Biaya Layanan Ojek Online
(Foto Saham GOTO dari Aplikasi Stockbit)
Rosan Roeslani mengonfirmasi bahwa Danantara sudah masuk dan akan terus meningkatkan porsi kepemilikannya secara bertahap. Pernyataan itu memperkuat spekulasi sebelumnya soal keterlibatan pemerintah dalam saham GOTO di tengah pembahasan kebijakan transportasi online.

CNBC Indonesia juga melaporkan bahwa kepemilikan pemerintah di GOTO sebenarnya sudah ada melalui PT Telkom Indonesia sejak 2023, sehingga keterlibatan negara di emiten teknologi itu bukan hal baru. Namun, langkah Danantara dinilai menjadi bentuk keterlibatan yang lebih langsung dan strategis.

Dampak ke Pengemudi

Jika kebijakan ini berjalan sesuai rencana, para pengemudi ojol berpotensi merasakan beban potongan yang lebih ringan. Pemerintah tampaknya ingin memastikan ekosistem transportasi daring tetap sehat tanpa membebani mitra pengemudi secara berlebihan.

Di sisi lain, Danantara menyatakan bahwa setiap peluang investasi tetap dievaluasi secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesesuaian strategis, fundamental, risiko, dan penciptaan nilai jangka panjang. Artinya, kebijakan ini tidak hanya bernuansa politik, tetapi juga dikemas sebagai keputusan investasi dan tata kelola.

Respons Pasar

Kabar masuknya Danantara ke saham GOTO sempat menjadi perhatian pasar karena menyangkut arah bisnis perusahaan teknologi besar di Indonesia. Beberapa laporan menyebut isu ini juga berkaitan dengan potensi merger dan perubahan struktur kepemilikan di masa depan.

Meski begitu, sampai saat ini rincian resmi soal jumlah saham yang sudah diakuisisi Danantara belum dibuka secara detail ke publik. Informasi yang tersedia baru menegaskan bahwa porsi tersebut akan ditingkatkan bertahap.

Next Post Previous Post