Program Makan Bergizi Dorong Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,61 Persen
Angka Pertumbuhan Kuartal I‑2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, lebih tinggi dari kuartal I‑2025 yang hanya 4,87 persen. Meski dari sisi kuartalan (qtoq) tercatat sedikit kontraksi 0,77 persen, secara tahunan capaian ini menunjukkan ekonomi Indonesia mulai lepas dari “kutukan” pertumbuhan 5 persen.
Konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah menjadi penopang utama, dengan kontribusi masing‑masing sekitar 2,94 persen dan 1,26 persen terhadap total pertumbuhan.
Peran Program Makan Bergizi Gratis
BPS menegaskan bahwa perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong permintaan di sektor penyediaan makanan dan minuman yang tumbuh 13,14 persen pada kuartal I‑2026. Pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan masif sejak awal tahun, dengan penambahan 6.737 unit SPPG hingga Maret 2026 dibanding Desember 2025.
Peningkatan aktivitas MBG mendorong belanja bahan pangan, jasa logistik, dan tenaga kerja di tingkat desa, sehingga aliran uang merembes ke ekonomi akar rumput.
Konsumsi dan Pendorong Tambahan
Selain MBG, momentum libur nasional, hari besar keagamaan, serta pemberian THR dan gaji ke‑14 pegawai pemerintah turut mengangkat konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. Kombinasi belanja program prioritas, konsumsi masyarakat, dan kinerja sektor akomodasi–makanan‑minuman menjadikan kuartal I‑2026 menjadi periode pertumbuhan yang relatif kuat dibanding tahun‑tahun sebelumnya.

