PLN Pulihkan Total Pasokan Listrik Sumatera Pasca Blackout

PLN Pulihkan Total Pasokan Listrik Sumatera Pasca Blackout

Pemerintah dan PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di seluruh Pulau Sumatera kini telah pulih 100 persen setelah terjadi blackout atau pemadaman total pada Jumat malam (22/5/2026).

Gangguan ini dipicu kerusakan pada jaringan transmisi 275 kV di Jambi akibat cuaca buruk, termasuk sambaran petir dan hujan lebat disertai angin kencang.

Kronologi black‑out dan pemulihan

Sistem kelistrikan Sumatera runtuh sekitar pukul 21.00 WIB, mengakibatkan jaringan transmisi tegangan tinggi terganggu dan memicu pemadaman berantai ke berbagai gardu induk dan pembangkit.

Dalam waktu sekitar dua jam, PLN berhasil memulihkan jaringan transmisi dan sistem gardu induk tanpa kerusakan fisik permanen, sehingga proses sinkronisasi pembangkit bisa dilanjutkan.

Secara bertahap, PLN menghidupkan kembali pembangkit listrik dengan memprioritaskan pembangkit hidro (PLTA) dan berbasis gas yang proses start‑up‑nya lebih cepat, yakni 5–15 jam, dibanding pembangkit tenaga uap (PLTU) yang butuh pemanasan boiler dan restart auxiliaries lebih lama.

Hingga Sabtu (23/5) pagi, sekitar 8,3 juta dari total 13,1 juta pelanggan Sumatera telah menerima listrik kembali, dengan sekitar 157 gardu induk dari 176 gardu terdampak sudah beroperasi.

Kondisi terkini di Sumatera

Pada Senin (25/5/2026), PLN bersama Kementerian ESDM menyatakan sistem kelistrikan Sumatera telah normal dan seluruh pasokan listrik di wilayah Sumatera bagian selatan, tengah, utara, hingga Aceh sudah menyala penuh.

Provinsi Riau yang sempat mengalami gangguan transmisi juga dilaporkan kembali menerima pasokan listrik 100 persen setelah pemulihan gardu induk dan jaringan distribusi.

Pihak PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan ini dan menegaskan bahwa proses pemulihan dilakukan secara bertahap namun terkendali, dengan mengutamakan keamanan jaringan dan pembangkit.

Polri juga mengonfirmasi insiden tidak terkait sabotase, melainkan murni akibat cuaca ekstrem yang memicu gangguan transmisi di Jambi.

Dampak dan respons ke depan

Blackout Sumatera berdampak pada sekitar 13,1 juta pelanggan, mengganggu aktivitas ekonomi, rumah tangga, dan layanan publik di sejumlah provinsi.

Kejadian ini memicu diskusi soal perlu adanya penguatan sistem transmisi, diversifikasi pembangkit, dan peningkatan kesiapan mitigasi cuaca ekstrem dalam dokumen RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik).

Next Post Previous Post