Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 25 Mei 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 25 Mei 2026
IHSG diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026, dengan area support di 5.996 dan 5.899, serta resistance di 6.318 hingga 6.459. 

Sejumlah analis juga menilai pasar masih berisiko melanjutkan pelemahan setelah pekan sebelumnya IHSG tertekan cukup dalam.

Pergerakan IHSG

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup di zona merah dan sempat mendekati area terendah mingguan, menandakan tekanan jual masih dominan di pasar. Meski begitu, ada pandangan bahwa pelemahan bisa mulai terbatas karena sebagian indikator teknikal sudah mendekati area jenuh jual.

Untuk hari ini, proyeksi pergerakan IHSG cenderung mixed ke melemah, dengan kisaran yang masih sensitif terhadap sentimen global dan aksi ambil untung investor. Jika support 5.899 bertahan, peluang rebound teknikal masih terbuka, tetapi bila jebol, tekanan bisa berlanjut lebih dalam.

Saham Pilihan

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 25 Mei 2026
(Foto Saham PSAB dari Google Finansial)
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang dinilai menarik dicermati, yakni ASII, HRUM, ISAT, dan PSAB.

ASII: Buy on Weakness di area 5.025–5.325, target 5.600 dan 5.975, stoploss di bawah 4.950.

HRUM: Buy on Weakness di area 730–775, target 850 dan 890, stoploss di bawah 715.

ISAT: Buy on Weakness di area 1.965–2.020, target 2.120 dan 2.220, stoploss di bawah 1.945.

PSAB: Trading Buy di area 394–416, target 446 dan 472, stoploss di bawah 384.

Rekomendasi ini menempatkan saham-saham tersebut sebagai kandidat menarik untuk trader jangka pendek yang mencari peluang saat market masih volatil. Namun, disiplin pada cut loss tetap penting karena arah IHSG masih rentan berubah cepat.

Sentimen Pasar

Tekanan pada IHSG sebelumnya banyak dipengaruhi oleh pelemahan di sejumlah sektor, terutama transportasi, barang baku, dan energi. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati sambil menunggu sinyal stabilisasi yang lebih jelas.

Di sisi lain, beberapa analis melihat potensi technical rebound apabila indeks berhasil bertahan di area support terdekat. Karena itu, strategi buy on weakness masih relevan, tetapi lebih cocok untuk investor yang disiplin dan aktif memantau pergerakan intraday.

Next Post Previous Post