Steel Pipe Industry (ISSP) Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Buyback Saham

Steel Pipe Industry (ISSP) Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Buyback Saham

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (kode saham: ISSP) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan menggunakan dana kas internal sebesar Rp 200 miliar. Aksi korporasi ini bertujuan menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Rincian Program Buyback

Steel Pipe Industry (ISSP) Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Buyback Saham
(Foto Saham ISSP dari Google Finansial)
Manajemen ISSP menyebutkan bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali sekitar 83,33 juta saham, atau sekitar 3,4% dari total saham yang telah dikeluarkan perseroan. Program buyback akan dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan setelah keterbukaan informasi, atau hingga sekitar 25 Agustus 2026.

Perusahaan memastikan bahwa jumlah maksimum saham yang dibeli tidak akan mengganggu jumlah saham free float yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI), tetap di atas 20% dari total saham tercatat.

Tujuan dan Strategi Perusahaan

Buyback saham ini tidak hanya bertujuan menstabilkan harga pasar, tetapi juga sebagai langkah untuk menyerap saham yang beredar dan menjaga valuasi ISSP agar lebih mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. 

Saham‑saham yang berhasil dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasuri, yang dapat digunakan untuk keperluan korporasi di masa depan, seperti program insentif atau restrukturisasi kepemilikan.

Sumber dana untuk aksi korporasi ini berasal sepenuhnya dari kas internal perusahaan, yang menunjukkan bahwa ISSP masih memiliki likuiditas cukup kuat untuk mendukung kegiatan operasional dan strategi jangka panjang.

Konteks Fundamental Emiten

ISSP, yang dikenal luas sebagai produsen pipa baja di Indonesia, sebelumnya juga pernah melakukan buyback pada 2020 dengan dana sekitar Rp 10 miliar, menunjukkan konsistensi manajemen dalam menggunakan mekanisme buyback sebagai instrumen pengelolaan harga saham. 

Selain itu, perseroan baru‑baru ini menunjukkan respons pasar yang positif terhadap program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasinya, dengan oversubscribe hampir dua kali lipat.

Di sisi kepemilikan, Stock‑holder terbesar ISSP, PT Cakra Bhakti Para Putra, juga tercatat terus menambah porsi kepemilikan saham, yang menandakan kepercayaan dari pengendali kepada prospek jangka panjang perusahaan.

 

Next Post Previous Post