Snapdragon C: Chipset Baru Qualcomm untuk Laptop Windows Murah dengan AI On-Device
Qualcomm resmi meluncurkan Snapdragon C, platform procesor baru yang ditargetkan untuk laptop Windows entry-level Arm dengan harga mulai $300 (sekitar Rp5,3 juta).
Chipset ini diluncurkan menjelang Computex 2026 dan dirancang khusus untuk mahasiswa, keluarga, serta bisnis kecil yang menginginkan fitur komputasi modern di harga terjangkau.
Spesifikasi Teknis Snapdragon C
|
Komponen |
Spesifikasi |
|
Proses fabrikasi |
6nm |
|
Konfigurasi CPU |
8-core dengan layout 1+3+4 (1 core besar + 3 core performa
menengah + 4 core efisiensi) |
|
GPU |
Adreno GPU @ 900MHz |
|
Memori |
LPDDR5 dengan lebar bus 32-bit |
|
AI Engine |
NPU on-device untuk AI lokal, namun tidak memenuhi syarat
branding Microsoft Copilot+ PC |
|
PCIe |
2× PCIe Gen3 channels |
|
Ukuran |
14mm × 12mm |
|
Nama kode |
"Kenai" |
Fitur Unggulan
AI On-Device: Setiap laptop Snapdragon C dilengkapi NPU untuk pemrosesan AI langsung di perangkat, fitur yang jarang ada di laptop harga segini
Baterai seharian: Didesain dengan fokus pada efisiensi daya untuk masa pakai baterai sepanjang hari
Performa harian mulus: Cukup untuk browsing web, streaming video, dan tugas sehari-hari tanpa lag
CPU bukan Oryon: Microarchitecture CPU tidak berbasis IP Oryon Qualcomm
OEM yang Sudah Siap Meluncurkan
Beberapa pabrikan besar sudah menyiapkan perangkat Snapdragon C:
Acer (Aspire Go 15 disebut sebagai contoh awal)
HP
Lenovo
Posisi Pasar
Snapdragon C menargetkan pasar laptop Windows murah yang jauh di bawah MacBook Neo (sekitar $600). Chipset ini menjadi alternatif berbasis baterai dan efisiensi untuk perangkat Windows budget, namun performa real-world masih perlu dibuktikan melalui benchmark dan tes langsung.
Yang menarik, meskipun punya NPU, Snapdragon C tidak qualify untuk branding Copilot+ PC Microsoft, yang berarti fitur AI-nya lebih terbatas dibanding chipset Copilot+ PC premium.

