Telkom Indonesia Bakal Tutup 10 Anak Usaha Akhir Juni 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah menjalankan langkah perampingan besar dengan berencana menutup sejumlah anak dan cucu usaha yang tidak lagi memberikan kontribusi signifikan kepada perusahaan.
Rencana ini bagian dari program transformasi grup untuk membuat struktur keuangan dan operasional Telkom lebih ramping serta lincah menghadapi persaingan industri telekomunikasi dan digital yang semakin ketat.
Rencana Penyederhanaan Struktur
Telkom menyebut akan mengurangi jumlah entitas anak perusahaan dari sekitar 60 menjadi sekitar 14 entitas inti.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra (Lolo), mengatakan bahwa puluhan entitas anak usaha akan menjalani berbagai aksi korporasi, termasuk penutupan, pelepasan (divestasi), atau penggabungan (merger) dengan entitas lain.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari program efisiensi dan transformasi perusahaan yang diamanatkan oleh holding perusahaan induk, Danantara.
Alasan Penutupan Anak Usaha
Anak usaha yang di‑close umumnya adalah perusahaan yang belakangan tidak memberikan nilai bisnis jelas, tidak lagi aktif, atau tidak memiliki kegiatan operasional yang berkelanjutan.
Telkom juga menilai sejumlah entitas yang tidak pernah memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan grup dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, penutupan diharapkan bisa mengurangi bebepan biaya administrasi, pajak, dan governance yang tidak perlu, serta memfokuskan sumber daya pada bisnis inti.
Opsi Lain Selain Penutupan
Selain penutupan, Telkom membuka opsi untuk melepas atau menggabungkan anak‑cucu usaha yang minim kontribusi ke entitas lain, termasuk BUMN lain di bawah Danantara.
Beberapa entitas mungkin akan di‑divestasi, sementara yang lain kemungkinan digabung dengan unit‑unit sejenis dalam rangka sinergi dan pengurangan duplikasi. Pendekatan multidimensi ini memungkinkan Telkom tetap mengelola portofolionya secara efisien tanpa hanya memakai satu cara penataan.
Dampak bagi Bisnis Telkom
Perampingan struktur ini diharapkan mendongkrak efisiensi biaya, meningkatkan transparansi pengelolaan entitas, serta mempercepat pengambilan keputusan manajemen. Dengan jumlah entitas anak usaha yang jauh lebih terkendali, Telkom berharap dapat fokus pada bisnis utama seperti layanan fixed–wireless, data center, cloud, dan solusi digital korporasi.
Di sisi lain, langkah ini juga menjadi indikator bahwa perusahaan BUMN telekomunikasi terbesar di Indonesia siap melakukan restrukturisasi besar–besaran untuk menjaga daya saingnya di tengah disrupsi teknologi.

