Asing Cicil Saham BBCA: Investor Asing Mulai Serok BBCA Selasa (2/6/2026)
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mulai diserok oleh investor asing pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026. Ini merupakan perubahan tren yang signifikan setelah sebelumnya saham BBCA kerap menjadi sasaran utama aksi jual investor asing.
Perubahan Tren dari Net Sell ke Net Buy
Sebelumnya, saham BBCA mencatatkan tekanan jual yang cukup berat dari pemodal asing. Dalam tiga bulan terakhir hingga Februari 2026, saham BCA turun 15,29% dengan investor asing membukukan net sell mencapai Rp 17 triliun. Bahkan pada periode 21–27 April 2026 saja, BBCA mencatat net sell asing terbesar mencapai Rp 3,3 triliun atau sekitar 66% dari total pasar.
Namun pada Selasa (2/6/2026), investor asing akhirnya berbalik membeli dan mencicil akumulasi saham BBCA.
Konteks Kinerja BBCA
| (Foto Saham BBCA dari Aplikasi Stockbit) |
Pola "Cicil Beli" investor Asing
Istilah "cicil" dalam konteks ini mengacu pada strategi investor asing yang membeli secara bertahap, tidak sekaligus dalam volume besar. Pola ini biasanya menunjukkan:
|
Aspek |
Keterangan |
|
Strategi |
Beli bertahap ( mencicil) |
|
Motivasi |
Harga dianggap sudah menarik setelah turun |
|
Indikator |
Perubahan dari net sell ke net buy |
|
Sasaran |
Saham blue chip dengan fundamental kuat |
Rekomendasi Analis Sebelumnya
Sebelum tekanan jual, beberapa broker merekomendasikan BBCA dengan target harga yang cukup optimis:
BRI Danareksa Sekuritas: rekomendasi buy dengan target Rp 11.900
Analis lain: target harga Rp 10.900 untuk BBCA
BBCA dinilai menarik karena kinerja top line dan bottom line yang terus meningkat serta tingkat NPL (kredit bermasalah) yang rendah.

