BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional

BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mempertegas perannya sebagai bank penyalur terbesar Kredit Program Perumahan (KPP) di Indonesia. Hingga akhir Mei 2026, BRI telah menyalurkan pembiayaan KPP senilai Rp9,2 triliun, menguasai 54–54,6 persen dari total realisasi nasional.

Capaian Terbaru dan Target 2026

Secara nasional, realisasi KPP hingga 25 Mei 2026 tercatat mencapai Rp16,86 triliun, dengan kontribusi BRI sebesar Rp9,21 triliun. Capaian ini terdiri dari:

Komponen

Nilai

Jumlah Debitur

Sisi Supply

Rp1,10 triliun

752 nasabah

Sisi Demand

Rp8,10 triliun

65.576 nasabah

Total

Rp9,21 triliun

66.328 nasabah


Pada awal 2026 (Januari–Februari), BRI sudah menyalurkan Rp2,30 triliun kepada 17.443 debitur, setara 28,75 persen dari target tahunan Rp8 triliun. Bahkan hingga akhir Februari, realisasi KPP BRI mencapai Rp3,42 triliun (sekitar 50 persen dari kuota Rp6,10 triliun yang diberikan pemerintah).

Mendukung Program 3 Juta Rumah

BRI memperkuat akses pembiayaan hunian terjangkau melalui KPP guna mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah serta pembangunan sektor perumahan yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini mencakup berbagai skema pembiayaan subsidi, antara lain:

KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan): Rp16,38 triliun

KPR Tapera: Rp316,93 miliar

KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB): Rp91,65 miliar

BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan): Rp8,89 miliar

Hingga akhir Februari 2026, BRI telah menyalurkan KPR Subsidi sebesar Rp16,79 triliun untuk 122.838 debitur.

Target Unit Rumah Subsidi 2026

BRI menargetkan pembiayaan hingga 60.000 unit rumah subsidi pada 2026, meningkat signifikan dari:

2024: 16.000 unit

2025: 32.000 unit

2026: 60.000 unit (naik 81,8 persen)

Target FLPP BRI pada 2026 juga meningkat menjadi 60.000 unit. Hingga 25 Mei 2026, realisasi akad FLPP BRI telah mencapai 12.500 unit.

Alasan Dominasi BRI

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa target Rp8 triliun didukung oleh:

Basis nasabah yang besar

Jaringan layanan yang menjangkau hingga pelosok Indonesia

Komitmen kuat sebagai mitra strategis pemerintah.

Next Post Previous Post