Kalimantan Aluminium Industry Targetkan Operasi Penuh Akhir 2026

Kalimantan Aluminium Industry Targetkan Operasi Penuh Akhir 2026
PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), anak usaha PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), menargetkan operasi penuh (ramp-up) smelter aluminiumnya pada akhir 2026. Saat ini, pabrik masih berada dalam fase commissioning atau uji coba menyeluruh sebelum beroperasi secara komersial penuh.

Status Operasional Saat Ini

Direktur Kalimantan Aluminium Industry, Winston K. K. Ng, mengungkapkan bahwa perusahaan sudah mulai produksi, namun masih dalam tahap peningkatan kapasitas bertahap.

"Kita sudah mulai produksi, tapi ramp-up-nya di akhir tahun 2026 ini. Sampai kuartal empat 2026, sekarang statusnya masih fase commissioning sampai akhir tahun," ujar Winston dalam Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026 di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Kapasitas Produksi

Smelter aluminium KAI memiliki kapasitas produksi tahap I sebesar 500.000 ton ingot aluminium per tahun. Sebelumnya, ADMR menargetkan operasi bertahap dimulai pada kuartal III 2025 dengan setengah kapasitas, lalu mencapai full kapasitas pada kuartal IV 2025 atau kuartal I 2026. Namun, realisasi menunjukkan penyesuaian jadwal dengan target operasi penuh bergeser ke akhir 2026.

Latar Belakang Proyek

Proyek smelter ini merupakan bagian dari program hilirisasi aluminium nasional yang didukung oleh Adaro Minerals. Konstruksi telah berjalan masif dengan fokus mencapai operasional komersial (Commercial Operation Date/COD).

Aspek

Detail

Perusahaan

PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI)

Induk Usaha

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

Kapasitas

500.000 ton ingot/tahun

Status Saat Ini

Fase commissioning/uji coba

Target Operasi Penuh

Q4 2026 (akhir 2026)


Proyek ini diharapkan dapat mendukung ekspansi produksi aluminium nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai aluminium global.


Next Post Previous Post