Indofarma Ekspor Produk Farmasi ke Afghanistan: Perkuat Pasar Global Industri Farmasi Nasional
PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) kembali menunjukkan daya saing industri farmasi Indonesia di pasar global dengan melakukan ekspor produk farmasi ke Afghanistan. Pengiriman sebanyak lima kontainer dilakukan dari fasilitas produksi perseroan di Cibitung, Banten, pada Juni 2026.
Ekspor Berkelanjutan ke Afghanistan
Ekspor ini merupakan pengiriman kembali ke Afghanistan, melanjutkan komitmen Indofarma yang sejak 2021 telah mengekspor produk farmasi ke negara tersebut. Pada pengiriman sebelumnya, Indofarma melepas 4 unit kontainer dengan tujuan pelabuhan Karachi untuk kebutuhan pasar Afghanistan.
Di tahun 2025, Indofarma juga telah mencapai tonggak bersejarah dengan pelaksanaan Export Shipment 2025 ke Afghanistan, menegaskan konsistensi perusahaan dalam memperluas akses pasar internasional.
Produk yang Dikirim
Produk-produk farmasi Indofarma yang dikirimkan telah memenuhi standar kualitas internasional, termasuk berbagai jenis obat ethical generik, ethical branded, dan OTC (Over The Counter). Beberapa produk unggulan yang pernah dikirim antara lain:
|
Produk |
Spesifikasi |
Jumlah |
|
OBH Plus Syrup |
btl 100ml |
650.012 botol |
|
Indomag susp |
btl 150ml |
48.850 botol |
|
Floxinaf 400mg |
tab |
9.300 kotak |
Kontribusi pada Ekspor Nasional
Indofarma turut berkontribusi dalam target ekspor industri farmasi nasional dengan mengekspor:
6 produk obat ke Afghanistan
3 produk obat ke Singapura
2 produk obat ke Kamboja.
Memperkuat Pasar Global
Ekspor ini merupakan bagian dari inisiatif perusahaan untuk memperluas akses pasar internasional dan memperkuat kinerjanya melalui pengoptimalan pasar global. Negara tujuan ekspor yang saat ini telah berjalan antara lain Afghanistan, Singapura, Kamboja, dan Vietnam.
Sedangkan negara yang sedang dalam proses penjajakan meliputi Irak, dengan sasaran berikutnya Azerbaijan, Nigeria, dan Timor Leste.
Daya Saing Farmasi Indonesia
Kepala BPOM RI menegaskan bahwa status WLA (Wilayah Lisensi Alat) BPOM RI memperkuat kepercayaan global terhadap industri farmasi Indonesia, membuka peluang ke pasar dunia lebih luas. Kementerian Perindustrian mencatat industri farmasi dan kosmetik Indonesia telah berhasil menembus pasar ekspor ke Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Oseania.
Pencapaian ini menegaskan bertambahnya kepercayaan masyarakat dunia terhadap standar, kualitas, dan inovasi produk farmasi buatan Indonesia.
Target Pasar Ekspor Rp 22 Miliar
Pada 2021, Indofarma menargetkan pasar ekspor senilai Rp 22 miliar melalui pengiriman produk ke Afghanistan, menunjukkan potensi ekonomi signifikan dari ekspor farmasi.
Dengan ekspor berulang ke Afghanistan, Indofarma membuktikan bahwa industri farmasi nasional mampu bersaing di panggung internasional dan berkontribusi dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri farmasi global.

