Indonesia Dorong Investor Jerman Masuk ke Sektor EV dan Mineral Kritis
Presiden Prabowo Subianto mengajak Jerman untuk memperluas investasi di sektor strategis Indonesia, terutama transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, semikonduktor, serta rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang. Ajakan itu disampaikan saat menerima Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta.
Prabowo menegaskan Indonesia membuka peluang kerja sama yang lebih besar dengan Jerman di bidang-bidang yang dinilai penting untuk masa depan industri nasional. Selain kendaraan listrik, pemerintah juga mendorong keterlibatan Jerman dalam pengembangan infrastruktur dan ekosistem industri pendukung.
Fokus Kerja Sama
Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut Indonesia ingin memperkuat investasi pada sektor transisi energi, hilirisasi industri, pengembangan kendaraan listrik, dan industri semikonduktor. Pemerintah juga melihat mineral kritis, termasuk tanah jarang, sebagai komponen penting dalam pengembangan industri modern.
Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia mempercepat transformasi ekonomi berbasis nilai tambah dan teknologi. Dengan menggandeng investor asing seperti Jerman, pemerintah berharap sektor industri dalam negeri bisa naik kelas dan lebih terintegrasi ke rantai pasok global.
Makna Bagi Indonesia
Ajakan investasi ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin menjadikan kendaraan listrik dan mineral kritis sebagai bagian dari agenda ekonomi jangka panjang. Di sisi lain, kerja sama dengan Jerman berpotensi memperkuat transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, dan penciptaan lapangan kerja.
Poin pentingnya, Indonesia tidak hanya mencari modal, tetapi juga mendorong kemitraan yang mendukung pembangunan industri strategis. Karena itu, sektor EV dan mineral kritis menjadi fokus utama dalam diplomasi ekonomi pemerintahan Prabowo.

