Kurs Dolar-Rupiah, Jumat 19 Juni 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.811

 

Kurs Dolar-Rupiah, Jumat 19 Juni 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.811
(Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat 19 Juni 2026 tercatat melemah, dengan dolar AS berada di level Rp 17.811. Rupiah terus menghadapi tekanan di tengah penguatan dolar AS yang didorong oleh kebijakan bank sentral dunia yang mempertahankan suku bunga tinggi.

Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah

Faktor

Dampak pada Rupiah

Dolar AS perkasa

Investor global menarik dana ke aset AS

Suku bunga tinggi bank sentral global

Dolar AS menguat terhadap mata uang berkembang

(bitmap) Sentimen AS-Iran

Mempengaruhi pasar valas global

Menunggu keputusan MSCI

Investor menunggu pengumuman indeks MSCI


Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,18% ke level Rp 17.794 per dolar AS pada penutupan sebelumnya, dari posisi Rp 17.762. Pelemahan juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang turun 0,41% menjadi Rp 17.826 per dolar AS.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Untuk perdagangan Jumat (19/6/2026), analis Rizal memproyeksikan pergerakan rupiah masih akan diwarnai volatilitas dengan kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.900 per dolar AS. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran Rp 17.790 hingga Rp 17.840.

Konteks Kebijakan Bank Indonesia

Rupiah melemah meskipun Bank Indonesia menaikkan suku bunga (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,75% untuk stabilisasi nilai tukar. Kenaikan suku bunga ini dilakukan BI untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal.

Di bank BCA, kurs pembelian dolar AS tercatat Rp 17.810 dan kurs penjualan Rp 17.900 per 19 Juni 2026.

Kondisi ini menunjukkan rupiah masih menghadapi tantangan di tengah dominasi dolar AS yang kuat di pasar global. Investor disarankan memantau perkembangan keputusan MSCI dan situasi geopolitik AS-Iran yang dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar lebih lanjut.
Next Post Previous Post