Laba Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 18,64% yoy pada Mei 2026, Melanjutkan Tren Positif
Capaian Melanjutkan Pertumbuhan Bulan Sebelumnya
Capaian Mei 2026 ini melanjuti pertumbuhan positif yang tercatat pada bulan sebelumnya. Pada April 2026, Bank Mandiri telah membukukan laba bersih Rp 18,1 triliun dengan pertumbuhan 18,9% yoy, sementara asetnya tembus Rp 2.245 triliun (tumbuh 16,2% yoy). Pertumbuhan bulan前に mencapai 18,85% yoy, menunjukkan konsistensi performa bank pelat merah ini.
Kinerja Kuartal I 2026 sebagai Fondasi
Sebagai konteks, pada Kuartal I-2026 (hingga Maret), Bank Mandiri telah mencatat laba bersih konsolidasi Rp 15,4 triliun, naik 16,6% secara tahunan. Kinerja ini didukung oleh:
|
Aspek |
Kinerja Q1-2026 |
|
Laba bersih konsolidasi |
Rp 15,4 triliun (+16,6% yoy) |
|
ROE (Return on Equity) |
22,1% |
|
CAR (Capital Adequacy Ratio) |
19,7% |
|
Penyaluran kredit |
Rp 1.530 triliun (+17,4% yoy) |
|
Pendapatan bunga |
Rp 21,2 triliun (+11,1% yoy) |
Pertumbuhan kredit Bank Mandiri di angka 17,4% yoy berada di atas laju industri perbankan yang sekitar 9,37%.
Faktor Penopang Pertumbuhan
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa pertumbuhan laba didorong oleh fundamental solid dan efisiensi berkelanjutan. Aplikasi digital Livin' by Mandiri juga mencatatkan transaksi 1,24 miliar dengan pertumbuhan 27%, menjadi salah satu penopang kinerja.
Proyeksi 2026
Kinerja kokoh Bank Mandiri di 2025 yang melampaui ekspektasi konsensus analis diprediksi bakal berlanjut pada 2026, kendati dengan laju yang lebih moderat. Analis bahkan merevisi naik proyeksi laba bersih tahun 2026 sebesar 10%, yang mendorong estimasi ROE menjadi 18,8%.
Dengan pertumbuhan laba konsisten di atas 18% pada Mei 2026, Bank Mandiri menegaskan posisinya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia dengan fundamental yang kuat dan strategi digitalisasi yang efektif.

