Pasar Kripto Tertekan: Bitcoin Turun di tengah Kebijakan Hawkish Fed

Pasar Kripto Tertekan: Bitcoin Turun di tengah Kebijakan Hawkish Fed

Pasar kripto melemah pada Kamis, dengan harga Bitcoin jatuh di bawah level psikologis $66.000 setelah Sektretaris Federal Reserve menunjukkan nada hawkish sejak pelantikan Ketua baru, Kevin Warsh. 

Perubahan kebijakan dan sinyal bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap tinggi untuk waktu lebih lama menekan aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

Kenaikan imbal hasil dan kekhawatiran suku bunga

Pasar Kripto Tertekan: Bitcoin Turun di tengah Kebijakan Hawkish Fed
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Setelah pengumuman kebijakan moneter dan pernyataan publik dari Ketua Warsh, imbal hasil obligasi Treasury AS jangka panjang naik, mendorong eksodus sebagian investor dari aset berisiko ke instrumen pendapatan tetap. Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan pendapatan, seperti Bitcoin, sehingga menekan permintaan.

Warsh, yang dikenal dengan pendekatan hawkishnya terhadap inflasi, menegaskan bahwa Fed siap mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama jika data inflasi dan pasar tenaga kerja belum menunjukkan pelonggaran signifikan. 

Pesan ini meredam spekulasi pasar bahwa Fed akan segera mulai menurunkan suku bunga, dan memicu penyesuaian harga di berbagai kelas aset.

Reaksi pasar kripto

Bitcoin, yang sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, mengalami penurunan lebih dari X% sejak pengumuman tersebut dan diperdagangkan di bawah $66.000 pada sesi Asia Jumat pagi waktu setempat. Ethereum dan token besar lainnya juga mengikuti jejak penurunan, menunjukkan korelasi yang kuat antara aset kripto dan sentimen makroekonomi.

Analisis teknikal menunjukkan support utama Bitcoin kini berada di kisaran $62.000–$64.000, sementara resistance terdekat berada di sekitar $70.000. Para trader memperhatikan tingkat volatilitas yang meningkat, dengan volume perdagangan naik tajam selama penurunan.

Dampak terhadap investor institusional dan ritel

Investor institusional yang telah mulai meningkatkan eksposur ke kripto di tengah siklus pasar sebelumnya sekarang menghadapi dilema alokasi aset: mempertahankan posisi jangka panjang di Bitcoin mengingat potensi kenaikan nilai jangka panjang, atau mengambil keuntungan dan mengalihkan dana ke obligasi dan instrumen pendapatan tetap yang menawarkan hasil lebih menarik.

Di sisi ritel, sentimen pasar terpantau lebih berhati-hati. Data on-chain menunjukkan peningkatan aktivitas wallet yang mengambil keuntungan (profit-taking) dan kenaikan penjualan di bursa spot.

Namun beberapa investor jangka panjang melihat penurunan harga sebagai kesempatan pembelian (buy the dip), dengan argumen bahwa adopsi institusional dan kelangkaan relatif Bitcoin tetap mendukung prospek jangka panjang.

Next Post Previous Post