PT Freeport Indonesia Targetkan Smelter Manyar Beroperasi 2026
PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan smelter Manyar dapat beroperasi pada Kuartal III-2026. Smelter ini merupakan smelter kedua yang dibangun oleh PTFI setelah smelter pertama yang dibangun pada 1996 dan kini dikenal sebagai PT Smelting Gresik.
Tujuan Pembangunan Smelter:
Smelter Manyar dibangun untuk menciptakan nilai tambah produk tambang di dalam negeri sebagai bagian dari kebijakan hilirisasi industri. Dengan beroperasinya smelter ini, seluruh konsentrat tembaga yang diproduksi oleh PTFI dapat diproses dan dimurnikan di Indonesia.
Produksi yang Diharapkan:
Bersama dengan smelter PT Smelting, kedua fasilitas akan memurnikan 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun dengan produksi:
600.000 ton katoda tembaga
50 ton emas
200 ton perak per tahun
Latar Belakang Regulasi
PTFI menerima Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada Desember 2018 yang memungkinkan operasi di wilayah pertambangan Grasberg hingga 2031, dengan hak perpanjangan hingga 2041 jika menyelesaikan pembangunan smelter baru.
Smelter Manyar merupakan wujud kepatuhan PTFI terhadap kewajiban IUPK dan kebijakan pemerintah mengenai pengolahan/pemurnian mineral di dalam negeri.

