Transaksi QRIS Bank Muamalat Melonjak 75% Didukung Akuisisi Merchant
Transaksi melalui layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Muamalat tercatat melonjak signifikan, memperlihatkan akselerasi adopsi pembayaran digital oleh nasabah dan pelaku usaha. Data per Mei 2026 menunjukkan jumlah transaksi QRIS melalui aplikasi Muamalat DIN meningkat sekitar 74,87% secara tahunan, sementara volume transaksi tumbuh 58,12% YoY.
Peningkatan transaksi tersebut tidak terlepas dari upaya agresif bank untuk memperluas ekosistem merchant. Bank Muamalat melaporkan jumlah merchant yang bergabung dengan layanan QRIS mereka tumbuh lebih dari tiga kali lipat dibanding periode sebelumnya, hasil dari strategi penetrasi pasar dan akuisisi merchant yang sistematis.
Manajemen menyatakan optimisme bahwa penguatan ekosistem digital banking akan mendorong penggunaan layanan non-tunai di segmen ritel dan UMKM. Direktur Bank Muamalat menekankan fokus pengembangan fitur pada aplikasi Muamalat DIN dan program akuisisi merchant sebagai pendorong utama pertumbuhan transaksi QRIS.
Lonjakan pada 2026 ini melanjutkan tren kenaikan yang tercatat sejak 2024–2025, ketika Bank Muamalat sudah mencatat pertumbuhan transaksi QRIS yang pesat dan jumlah merchant yang terus bertambah. Pada akhir 2025, misalnya, jumlah transaksi QRIS tercatat mencapai jutaan transaksi per tahun, menunjukkan percepatan adopsi layanan sejak tahun-tahun sebelumnya.
Dampak bisnis dan prospek
Peningkatan transaksi QRIS membantu diversifikasi pendapatan non-bunga bank melalui fee dan layanan digital, sekaligus memperkuat hubungan dengan sektor ritel dan UMKM.
Ekspansi merchant memperbesar jangkauan layanan pembayaran, yang dapat mempercepat pertumbuhan volume transaksi di kuartal berikutnya jika penetrasi dan retensi merchant terjaga.
Tantangan ke depan meliputi persaingan antarpenyedia QRIS dan kebutuhan menjaga kualitas layanan serta keamanan transaksi digital.

