Tumbuh 2,07%, BCA Kantongi Laba Rp 25,68 Triliun pada Mei 2026
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan kinerja laba bersih yang solid hingga Mei 2026, dengan perolehan laba sebesar Rp 25,68 triliun atau tumbuh 2,07% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini mencerminkan ketahanan bisnis bank terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut di tengah dinamika ekonomi domestik.
Kinerja pendapatan
Pendapatan bunga bersih (net interest income) tetap menjadi kontributor utama, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif dan pengelolaan biaya dana yang konservatif. BCA juga melaporkan peningkatan pendapatan non-bunga, termasuk dari layanan transaksi dan fee-based income seiring pemulihan aktivitas ekonomi dan kenaikan volume transaksi digital.
Pertumbuhan kredit dan kualitas aset
Pertumbuhan kredit BCA terjaga meski melambat dibandingkan periode perekonomian yang lebih ekspansif. Manajemen menyatakan pertumbuhan kredit difokuskan pada segmen korporasi dan konsumer berkualitas, sementara portofolio kredit usaha kecil dan menengah terus dimonitor ketat. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali pada level yang aman, berkat kebijakan manajemen risiko yang prudent.
Biaya operasional dan efisiensi
BCA mencatat pengendalian biaya operasi yang baik sehingga rasio biaya terhadap pendapatan (BOPO) tetap kompetitif. Investasi pada teknologi dan digitalisasi berkontribusi pada efisiensi jangka panjang meski menimbulkan capex sementara.
Likuiditas dan permodalan
Likuiditas bank tetap kuat dengan rasio lending to deposit (LDR) yang sehat. Rasio kecukupan modal (CAR) BCA masih berada di atas persyaratan regulator, memberikan ruang bagi ekspansi kredit dan penopang stabilitas ke depan.
Pandangan manajemen
Manajemen BCA optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan sepanjang 2026 dengan fokus pada penguatan layanan digital, penyaluran kredit berkualitas, dan diversifikasi sumber pendapatan. Namun, mereka juga menegaskan kewaspadaan terhadap risiko eksternal seperti fluktuasi suku bunga dan ketidakpastian ekonomi global.
Dampak bagi pemegang saham
Laba yang terjaga diharapkan terus mendukung kinerja dividen dan sentimen investor terhadap saham BCA. Kapitalisasi pasar BCA yang besar dan fundamental yang solid membuatnya tetap menjadi pilihan utama investor di sektor perbankan.

