Yum! Brands Resmi Jual Jaringan Pizza Hut Senilai Rp 47,86 Triliun

Yum! Brands Resmi Jual Jaringan Pizza Hut Senilai Rp 47,86 Triliun

Yum! Brands, perusahaan induk yang memiliki jaringan restoran KFC dan Taco Bell, telah mengumumkan penjualan resmi jaringan restoran pizza global Pizza Hut dalam transaksi bernilai US$ 2,7 miliar atau setara sekitar Rp 47,86 triliun (berdasarkan kurs Rp 17.725 per dolar AS).

Transaksi Terbagi Dua Kesepakatan

Penjualan Pizza Hut dilakukan melalui dua kesepakatan terpisah:

Destinasi Bisnis

Pembeli

Nilai Transaksi

Bisnis Pizza Hut global

LongRange Capital (perusahaan investasi swasta AS)

US$ 1,5 miliar ≈ Rp 26,62 triliun

Operasional Pizza Hut di China

Yum China Holdings

US$ 1,2 miliar ≈ Rp 21,29 triliun


LongRange Capital akan mengakuisisi bisnis Pizza Hut secara global, sementara Yum China Holdings membeli operasional Pizza Hut khusus di pasar China.

Alasan Penjualan: Kinerja Melemah & Persaingan Ketat

Yum! Brands menjual Pizza Hut setelah menghadapi beberapa tantangan bisnis serius:

Kinerja bisnis pizza melemah secara konsisten

Penjualan turun selama tujuh kuartal (nyaris dua tahun berturut-turut)

Persaingan industri pizza semakin ketat dengan rival-rival baru

Daya beli masyarakat menurun, membuat Pizza Hut kesulitan bersaing.

Keputusan ini diambil setelah Yum! Brands melakukan tinjauan strategis formal terhadap opsi untuk merek Pizza Hut sejak November 2025.

Transaksi penjualan Pizza Hut diperkirakan rampung pada kuartal III-2026 setelah memperoleh seluruh persetujuan regulator yang diperlukan.

Latar Belakang Yum! Brands

Yum! Brands Inc. merupakan perusahaan multinasional besar yang juga memiliki jaringan restoran cepat saji populer lainnya seperti KFC dan Taco Bell. Perusahaan ini terdaftar di NYSE dengan kode saham YUM.

Dengan penjualan ini, Yum! Brands akan kehilangan salah satu merek legendaris yang telah menjadi bagian dari budaya kuliner global selama puluhan tahun. Pizza Hut dijual usai penjualan terus melemah dan pemilik akhirnya "angkat bendera putih" menghadapi persaingan industri.


 

Next Post Previous Post