BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen di RDG Juli 2026

BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen di RDG Juli 2026

Bank Indonesia diperkirakan menahan BI-Rate di 5,75% pada RDG 21–22 Juli 2026, sambil menjaga nada komunikasi tetap tegas jika rupiah kembali tertekan. Sejumlah ekonom juga menilai langkah ini sebagai sikap hati-hati setelah BI menaikkan suku bunga total 100 basis poin sejak Mei–Juni 2026.

Arah Kebijakan BI

Menurut Josua Pardede, sinyal terkuat jelang RDG kali ini adalah penahanan suku bunga, bukan kenaikan baru. Namun, BI diperkirakan tetap memberi sinyal siap menaikkan suku bunga lagi bila tekanan rupiah dan arus modal keluar memburuk tajam.

Alasan Utama

Penahanan suku bunga dinilai perlu agar dampak dari kenaikan akumulatif 100 basis poin punya waktu meresap ke pasar uang, obligasi, nilai tukar, kredit, dan ekspektasi inflasi. Di saat yang sama, sektor riil mulai merasakan efek pengetatan, termasuk kenaikan suku bunga kredit dan pelemahan indikator manufaktur.

Sinyal Ekonomi

Data PMI manufaktur yang disebut dalam laporan menunjukkan pelemahan pada pesanan baru, produksi, aktivitas pembelian, dan penyerapan tenaga kerja, sementara tekanan biaya operasional kembali meningkat. OJK juga menyoroti risiko eksternal dari lemahnya permintaan global dan perlambatan ekonomi Tiongkok, ditambah kondisi domestik yang termoderasi.

Implikasi Pasar

Untuk pasar, fokus BI kemungkinan tetap pada menjaga imbal hasil instrumen rupiah agar atraktif dan melakukan intervensi terukur di pasar valas. Artinya, ruang penurunan suku bunga dalam waktu dekat terlihat sangat kecil sampai stabilitas rupiah benar-benar lebih aman.

 

Next Post Previous Post