Saham DSSA Dibeli Asing Rp 169,7 Miliar Sesi I Perdagangan

 

Saham DSSA Dibeli Asing Rp 169,7 Miliar Sesi I Perdagangan

Investor asing mencatat aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp220,1 miliar pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia, Selasa (21/7/2026). Aksi ini dipimpin oleh saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yang menjadi incaran utama pemodal luar negeri.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang dihimpun dari BEI, pembelian asing di saham DSSA mencapai Rp169,7 miliar dengan volume 196,7 juta saham. Transaksi tersebut terjadi seiring lonjakan harga DSSA yang naik 8,5% ke level Rp885 pada sesi yang sama.

Perdagangan DSSA Meningkat

Saham DSSA Dibeli Asing Rp 169,7 Miliar Sesi I Perdagangan
(Foto Saham DSSA dari Google Finansial)
Aktivitas perdagangan DSSA pada sesi tersebut terbilang ramai. Data IDX menunjukkan saham ini diperdagangkan sebanyak 904,5 juta saham dengan frekuensi 59,6 ribu kali transaksi, dan nilai transaksi mencapai Rp780,2 miliar.

Kenaikan harga DSSA juga menambah performa positif dalam sebulan terakhir, yakni naik 4,1%. Meski begitu, secara tahun berjalan saham ini masih terkoreksi cukup dalam, yakni 78%.

Tren Asing Berlanjut

Inflow asing ke DSSA pada Selasa itu memperpanjang tren positif dari sehari sebelumnya. Pada Senin (20/7/2026), investor asing juga membukukan net buy sebesar Rp11,5 miliar di saham yang sama.

Secara lebih luas, arus beli asing ini ikut menopang sentimen pasar pada sesi I. CNBC Indonesia mencatat net buy asing di seluruh pasar mencapai Rp220,14 miliar, dengan DSSA sebagai pembelian terbesar di antara saham-saham yang diborong asing.

Prospek Teknikal DSSA

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas memproyeksikan target harga terdekat DSSA berada di Rp950. Jika level itu berhasil ditembus, saham ini berpotensi bergerak lebih tinggi ke kisaran Rp1.000 hingga Rp1.100.

Secara umum, kombinasi antara arus beli asing, lonjakan volume, dan penguatan harga menunjukkan DSSA tengah kembali dilirik pasar. Namun, pergerakannya tetap perlu dicermati karena saham ini masih menyimpan volatilitas tinggi setelah koreksi besar sepanjang tahun berjalan.

Next Post Previous Post