Bumi Resources Lakukan Akuisisi Strategis Diversifikasi Pertambangan

Bumi Resources Lakukan Akuisisi Strategis Diversifikasi Pertambangan

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) makin agresif melakukan transformasi bisnis dari perusahaan batu bara murni menjadi emiten pertambangan terdiversifikasi. 

Langkah ini, yang tercatat dalam beberapa transaksi strategis sepanjang 2025–2026, bertujuan memperkecil risiko ketergantungan pada komoditas batu bara sekaligus menangkap peluang pada logam dasar dan logam mulia yang permintaannya diproyeksikan kuat.

Akuisisi dan ekspansi portofolio

BUMI menyelesaikan akuisisi 100% saham Wolfram (tembaga) pada November 2025 dan 100% saham Jubilee (emas) pada Desember 2025. Perusahaan juga menguasai 45% saham Laman Mining yang memiliki cadangan bauksit sekitar 30 juta ton, serta merencanakan langkah berikutnya dengan tawaran untuk mengambil alih Loyal Metals di Australia senilai Rp 977 miliar. 

Kombinasi aset tembaga, emas, dan bauksit ini memperkuat eksposur BUMI pada komoditas yang saat ini menarik bagi investor dan industri, khususnya tembaga yang menjadi bahan penting dalam transisi energi bersih.

Divestasi strategis untuk merampingkan struktur

Di sisi lain, BUMI melakukan divestasi Citra Palu Mineral (CPM) ke PT Baramulti Suksessarana (BRMS) pada Juni 2026 senilai Rp 151,99 miliar. Meski terjadi divestasi, CPM tetap berada dalam kelompok usaha melalui kepemilikan BRMS, sehingga transaksi lebih mencerminkan upaya merampingkan struktur kepemilikan dan konsolidasi aset ketimbang penjualan aset strategis penuh.

Kondisi pasar mendukung

Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai waktu akuisisi cukup tepat. Faktor pendukung meliputi harga emas yang tercatat di atas US$ 4.000 per troy ounce dan kondisi pasar tembaga yang ketat secara struktural, yang bersama-sama meningkatkan prospek nilai jangka menengah hingga panjang untuk aset-aset baru BUMI.

Sentimen pasar tercermin pada harga saham

Bumi Resources Lakukan Akuisisi Strategis Diversifikasi Pertambangan
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Meski langkah diversifikasi terbilang strategis, sentimen pasar terhadap BUMI belum sepenuhnya positif. Harga saham BUMI turun dari Rp 236 pada kuartal pertama 2026 menjadi sekitar Rp 175 per saham saat ini, yang menurut BRIDS mencerminkan sentimen negatif terhadap sektor batu bara serta koreksi harga saham konglomerasi. 

Pada level Rp 175, BRIDS menghitung rasio PE sekitar 39 kali dan PBV 2,3 kali. Mereka juga mencatat bahwa secara historis saham BUMI pernah diperdagangkan dengan PE yang sangat tinggi (lebih dari 500 kali) dan rata-rata PE tiga tahun sebesar 159 kali, sehingga secara relatif saat ini saham BUMI dinilai undervalued menurut perspektif historis.

Apa arti langkah ini bagi investor dan industri

Diversifikasi portofolio mengurangi risiko ketergantungan pada siklus batu bara dan meningkatkan eksposur ke komoditas yang relevan dalam ekonomi rendah karbon, seperti tembaga.

Akuisisi emas memberikan bantalan nilai jika harga batu bara atau tembaga bergejolak; emas sering bertindak sebagai lindung nilai.

Namun, biaya akuisisi, integrasi aset baru, dan utang yang mungkin timbul untuk membiayai ekspansi bisa menekan arus kas jangka pendek.

Penilaian saham yang turun bisa menjadi peluang beli jangka panjang bagi investor yang percaya pada visibilitas pertumbuhan dan manajemen risiko BUMI, namun risiko operasional dan pasar tetap ada.

BUMI sedang menjalankan transformasi strategis dari pemain batu bara menjadi grup pertambangan yang lebih beragam lewat serangkaian akuisisi tembaga, emas, dan investasi di bauksit, sekaligus melakukan penataan struktur kepemilikan lewat divestasi internal. 

Kondisi pasar komoditas saat ini mendukung langkah tersebut, tetapi sentimen investor terhadap saham BUMI masih memperhitungkan warisan eksposur batu bara dan risiko integrasi aset baru.

 

Next Post Previous Post