Danantara Respons Positif Penilaian Pemeringkat Kredit S&P Global Ratings
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyambut positif penilaian yang diberikan S&P Global Ratings terhadap institusinya serta PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Pernyataan itu disampaikan Pandu di Jakarta pada Kamis (16/7/2026), menanggapi laporan yang dilansir Investor Daily.
Menurut Pandu, pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional menjadi sinyal positif sekaligus pengingat bahwa Danantara masih harus terus berbenah. "Itu hal yang baik, tapi tentu masih banyak yang harus kita tingkatkan. Memang Alhamdulillah, Danantara disebut dengan baik di sana, di S&P juga DSI disebut dengan baik di sana," ujar Pandu Sjahrir.
Pandu menambahkan bahwa penilaian S&P dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar modal, namun pembuktian atas kepercayaan itu harus ditunjukkan lewat kinerja nyata dan konsistensi tata kelola. "Tentu itu modal awal kerja yang baik, tapi tentu banyak hal yang harus kita selalu perlu tingkatkan dari sisi kinerja," tandasnya.
Konteks: Penilaian S&P terhadap Danantara muncul bersamaan dengan keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB untuk utang jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil pada Senin (13/7/2026). Dalam rilisnya, S&P menegaskan kembali peringkat kredit kedaulatan tersebut, yang menjadi indikator penting bagi investor asing dan domestik terkait risiko kredit negara.
Dampak bagi Danantara dan pasar modal
Pengakuan internasional seperti penilaian S&P cenderung meningkatkan kredibilitas institusi pengelola aset negara di mata investor.
Namun, kata Pandu, kredibilitas itu harus dijaga melalui perbaikan tata kelola, peningkatan profesionalisme, dan kinerja investasi yang transparan.
Konsistensi pelaporan dan hasil investasi yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan pasar dalam jangka panjang.
Penilaian S&P Global Ratings menjadi angin segar bagi Danantara Indonesia dan DSI, namun juga berfungsi sebagai pengingat bagi manajemen untuk terus memperbaiki tata kelola dan kinerja. Kepercayaan pasar dapat meningkat, tetapi hanya jika perbaikan tersebut dibuktikan melalui tindakan dan hasil yang konsisten.

