GDPS dan BP-AKR Lanjutkan Kerja Sama Pengelolaan Tenaga Alih Daya
PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), anak usaha dari Garuda Indonesia Group yang bergerak di bidang Business Process Outsourcing (BPO), kembali memperoleh kepercayaan dari PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR) untuk mengelola tenaga alih daya (TAD) yang bertugas di jaringan SPBU BP. Kepercayaan tersebut disertai peningkatan cakupan pengelolaan tenaga kerja sebesar 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tenaga kerja yang dikelola GDPS meliputi Operator SPBU, Shift Leader, dan Barista yang ditempatkan di 67 lokasi SPBU BP dan outlet Wildbean Cafe. Penempatan tersebar di wilayah Jawa Barat, Jabodetabek, dan Jawa Timur, memastikan layanan operasional yang lebih luas dan terpadu bagi pelanggan BP.
Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan BP-AKR kepada GDPS. Kepercayaan ini merupakan amanah bagi kami untuk terus menjaga kualitas pengelolaan tenaga kerja melalui proses yang terstandarisasi, pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, serta penerapan tata kelola operasional yang konsisten sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Cornelis dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (10/7/2026).
GDPS menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan berkualitas tinggi dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi terkini serta menerapkan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Perusahaan menyatakan fokusnya pada penggabungan sumber daya manusia, tempat, dan informasi dalam era digital untuk mendorong produktivitas dan efisiensi jangka panjang.
Cornelis menambahkan bahwa pengelolaan tenaga kerja saat ini menuntut pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya terpaku pada pemenuhan kebutuhan personel, tetapi juga pada kualitas proses pengelolaan yang mendukung keberlangsungan operasional. Untuk itu GDPS menerapkan sistem pengelolaan yang mencakup perencanaan kebutuhan personel, rekrutmen, pelatihan berbasis kompetensi, administrasi ketenagakerjaan, hingga pemantauan kinerja secara berkala.
Sistem tersebut didukung dengan platform monitoring digital yang memungkinkan pengawasan penugasan dan kehadiran tenaga kerja secara real-time. Fitur ini meningkatkan efektivitas pemantauan operasional dan membantu memastikan standar layanan di lapangan tetap konsisten.
Keberhasilan meraih kembali kontrak dari BP-AKR, menurut Cornelis, memperkuat rekam jejak GDPS dalam pengelolaan tenaga kerja lintas sektor. “Berbekal pengalaman di sektor aviasi, energi, FMCG, transportasi publik, dan facility management, GDPS akan terus mengembangkan kapabilitas operasional, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang,” tutup Cornelis.
Dengan perluasan cakupan dan penerapan sistem digital, GDPS menempatkan diri sebagai mitra strategis bagi perusahaan yang membutuhkan solusi tenaga kerja alih daya terstandarisasi dan berorientasi pada kualitas operasional.

