Presiden Prabowo Resmikan 5 Bendungan Baru, Pasok Listrik Bersih 355 MW
Kontribusi energi terbarukan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, menyatakan kelima bendungan tersebut tidak hanya untuk irigasi dan pengendalian banjir, tetapi juga berpotensi mendukung produksi listrik bersih. Menurut Dody, total potensi pembangkit mencapai 355 megawatt (MW), yang berasal dari:
Pembangkit listrik tenaga air (PLTA): 9,6 MW.
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung: 346 MW.
Dengan pemanfaatan PLTS terapung di sejumlah waduk bendungan, pemerintah berharap mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus memaksimalkan fungsi infrastruktur air tanpa perlu lahan tambahan untuk panel surya.
Manfaat air dan pengendalian banjir
Selain aspek energi, kelima bendungan ini menyediakan fungsi krusial lain:
Total kapasitas tampung: 371 juta meter kubik.
Menjamin pasokan air baku: sekitar 3,6 meter kubik per detik bagi masyarakat di kawasan layanan.
Perlindungan banjir: mampu mengamankan sekitar 932 hektare wilayah dari potensi banjir.
Dody menggarisbawahi bahwa keberadaan bendungan juga memperkuat jaringan irigasi. Secara kumulatif, kelima infrastruktur ini melayani area irigasi seluas sekitar 40.000 hektare dengan jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer.
Dibangun sejak 2015, dorong swasembada pangan
Proyek-proyek bendungan ini dibangun dalam rentang 2015–2025. Salah satu tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan produksi padi nasional. Dody memperkirakan jaringan irigasi dari kelima bendungan bisa mendongkrak produksi padi hingga sekitar 720.000 ton per tahun, dengan dukungan program dan sinergi dari Kementerian Pertanian serta pemerintah daerah.
Menurutnya, semua bendungan dirancang dan dioperasikan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat sekitar secara berkelanjutan.
Implikasi dan catatan singkat
Energi: Penambahan potensi 355 MW EBT, terutama dari PLTS terapung, menunjukkan pendekatan hibrida (air + surya) untuk meningkatkan kapasitas pembangkit bersih tanpa penggunaan lahan darat baru.
Pangan dan air: Peningkatan laju irigasi dan penyediaan cadangan air baku dapat mengurangi kerawanan pasokan air dan membantu stabilisasi produksi pertanian.
Lingkungan dan sosial: Pembangunan bendungan umumnya berdampak luas, mulai dari perubahan ekosistem hingga relokasi warga. Keberlanjutan manfaat bergantung pada manajemen sumber daya air, pemeliharaan infrastruktur, serta kompensasi dan program penguatan komunitas lokal.

