GOTO Cetak Laba Bersih Rp 607,5 Miliar pada Semester I-2026
Hasil tersebut berbalik dibandingkan semester I-2025, ketika GOTO masih menanggung rugi bersih Rp 580,0 miliar. Capaian ini juga menjadi kali kedua GOTO melaporkan laba bersih, setelah sebelumnya mencatat laba pada kuartal I-2026.
Kinerja Semester I-2026
Pemulihan finansial GOTO ditopang oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar 28 persen secara year-on-year menjadi hampir Rp 11 triliun sepanjang semester I-2026. Di saat yang sama, total biaya dan beban perseroan hanya naik 17 persen yoy menjadi Rp 10,2 triliun.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang melampaui kenaikan beban usaha, GOTO berhasil membukukan laba usaha Rp 782 miliar pada Januari-Juni 2026. Angka ini berbalik dari rugi usaha Rp 172 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tren Per Kuartal
Perbaikan kinerja GOTO sudah terlihat sejak awal tahun. Pada kuartal I-2026, perusahaan mencatat laba bersih Rp 257,9 miliar, lalu berlanjut dengan laba Rp 349,6 miliar pada kuartal II-2026.
Hingga 30 Juni 2026, GOTO mencatat kas dan setara kas sebesar Rp 23,5 triliun. Total aset perseroan mencapai Rp 47,5 triliun, dengan liabilitas Rp 18,5 triliun dan ekuitas Rp 29 triliun.

