Bank BJB Catat Laba Bersih Rp783 Miliar di Semester I-2026
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB/BJBR) mencatat kinerja positif pada semester I-2026. Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri perbankan, perseroan tetap mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
Pada periode ini, Bank BJB membukukan laba bersih Rp783 miliar, tumbuh 58,8% secara tahunan atau year on year (yoy). Capaian tersebut menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, dan kualitas aset.
Total aset dan kredit tumbuh solid
Secara konsolidasi, Bank BJB mencatat total aset sebesar Rp228,2 triliun pada semester I-2026. Dari jumlah tersebut, perusahaan anak menyumbang aset sebesar Rp44,2 triliun atau sekitar 19,4% dari total aset konsolidasi Grup BJB.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit termasuk pembiayaan secara konsolidasi mencapai Rp140,4 triliun. Angka itu terdiri atas kontribusi perusahaan anak sebesar Rp29,3 triliun dan bank only senilai Rp111,1 triliun.
Segmen konsumer masih menjadi penopang utama portofolio kredit Bank BJB dengan outstanding mencapai Rp74,2 triliun atau sekitar 66,8% dari total kredit. Kualitas kredit di segmen ini juga tetap terjaga, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) yang rendah sebesar 0,56%.
Efisiensi dorong profitabilitas
Kinerja profitabilitas Bank BJB pada semester I-2026 ditopang oleh strategi rekomposisi aset dan liabilitas, optimalisasi biaya dana, peningkatan fee based income, penguatan sinergi Grup BJB, serta berbagai inisiatif efisiensi operasional.
Pendapatan bunga bersih tumbuh lebih dari 9,1% yoy. Sementara itu, fee based income mencapai Rp1,1 triliun dan memperkuat struktur pendapatan perseroan.
Di sisi lain, upaya efisiensi berhasil menurunkan beban operasional sekitar 5,4%. Hal ini mendorong pertumbuhan laba operasional sebelum cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) lebih dari 34,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Strategi growth with quality
Direktur Utama Bank BJB Ayi Subarna mengatakan, perusahaan terus menjalankan strategi growth with quality untuk memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperluas sumber pertumbuhan melalui transformasi digital dan pengembangan bisnis berbasis ekosistem pemerintah daerah.
Sebagai entitas pengendali Grup BJB yang membawahi tiga perusahaan anak perbankan dan dua lembaga keuangan nonbank, Bank BJB juga terus mendorong diversifikasi sumber pertumbuhan kredit melalui pengembangan pembiayaan nonkonsumer.
Salah satu fokus utama perseroan adalah memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui penyediaan pembiayaan yang selektif, terukur, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Prospek pembiayaan daerah
Bank BJB menilai kebutuhan pembiayaan pemerintah daerah masih memiliki prospek positif seiring berlanjutnya program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di daerah. Dengan pengalaman panjang melayani pemerintah daerah serta pemahaman terhadap karakteristik tiap daerah, perseroan optimistis segmen ini dapat menjadi sumber pertumbuhan bisnis yang berkualitas.
Selain mendukung pertumbuhan perusahaan, pembiayaan di segmen tersebut juga diharapkan memberi kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah secara lebih luas.

