Harga Perak, Sabtu 25 Juli 2026: Update Harian Terbaru

Harga Perak, Sabtu 25 Juli 2026: Update Harian Terbaru
Memasuki akhir pekan, pergerakan harga perak domestik maupun internasional cenderung mengonsolidasikan posisi setelah mengalami tekanan yang cukup signifikan menjelang penutupan pekan. 

Bagi para investor logam mulia dan pelaku industri, dinamika harga perak pekan ini memperlihatkan fluktuasi ketat yang sangat dipengaruhi oleh sentimen geopolitik dan makroekonomi global.

Rincian Harga Perak Antam Hari Ini

Setelah mengalami penurunan tajam sebesar Rp1.500 per gram pada perdagangan Jumat kemarin, harga jual perak murni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Sabtu, 25 Juli 2026, berada di kisaran Rp38.550 per gram. Penurunan ini membawa perak Antam keluar dari level psikologis Rp40.000 per gram. 

Berikut adalah estimasi rincian harga perak batangan Antam berdasarkan ukuran: 

Ukuran / Varian Harga Dasar (Belum PPN) Estimasi Harga (+ PPN 11%)

Perak Batangan    250 gram    Rp10.037.500    Rp11.141.625

Perak Batangan    500 gram    Rp19.275.000    Rp21.395.250

Perak Heritage    31,1 gram (1 oz)    Rp1.746.678    Rp1.938.813

Perak Heritage    186,6 gram    Rp9.358.726    Rp10.388.185

Harga aktual dan real-time, cek logammulia.com.

Catatan: Transaksi pembelian perak batangan di Indonesia umumnya dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% sesuai dengan ketetapan regulasi perpajakan yang berlaku. 

Pergerakan Perak di Pasar Global

Harga Perak, Sabtu 25 Juli 2026: Update Harian Terbaru
(Foto Harga Perak Dunia dari TradingView)
Di pasar komoditas internasional, harga spot perak bertahan di kisaran US$57,60 – US$58,20 per troy ons. Tekanan terhadap logam putih ini dipicu oleh beberapa faktor utama: 

Penguatan Dolar AS: Indeks Dolar AS mengalami penguatan tipis yang menahan laju kenaikan harga komoditas berdenominasi Dolar. 

Kenaikan Imbal Hasil Obligasi: Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun merangkak naik meny menyusul kekhawatiran inflasi jangka panjang. 

Ekspektasi Suku Bunga The Fed: Melonjaknya harga minyak mentah akibat dinamika konflik di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran bahwa inflasi global akan bertahan tinggi, sehingga Bank Sentral AS (The Fed) diproyeksikan mempertahankannya pada level tinggi lebih lama. 

Analisis & Prospek Investor

Meski mengalami koreksi jangka pendek pada akhir pekan ini, perak masih mencatatkan tren pertumbuhan jangka panjang yang positif didorong oleh tingginya permintaan industri, seperti manufaktur panel surya, komponen elektronik, dan kendaraan listrik.

Peluang Accumulation: Bagi investor jangka panjang, penurunan di bawah level Rp40.000/gram dapat menjadi momentum buy on weakness untuk menambah portofolio diversifikasi.

Antisipasi Volatilitas: Pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau rilis data ekonomi pekan depan, termasuk perkembangan harga energi dan kebijakan suku bunga global. 

Disclaimer: Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan informasi harian dan bukan merupakan rekomendasi atau ajakan resmi untuk membeli/menjual instrumen investasi tertentu. 
Next Post Previous Post