InJourney Targetkan Wisatawan India Lewat Restorasi Candi Prambanan

InJourney Targetkan Wisatawan India Lewat Restorasi Candi Prambanan

InJourney menargetkan lonjakan wisatawan asal India melalui program restorasi dan konservasi Candi Prambanan yang dikerjakan bersama pemerintah India. Proyek ini bukan hanya memperkuat diplomasi budaya, tetapi juga diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan pariwisata berkualitas dan dampak ekonomi di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.

Kerja Sama Restorasi Indonesia–India

Pemerintah Indonesia dan India telah menyepakati kerja sama restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan, termasuk kawasan Candi Sewu dan Plaosan. Pelaksanaan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah Indonesia dengan Archaeological Survey of India (ASI), lembaga yang berwenang menangani benda cagar budaya di India.

Proyek ini memusatkan perhatian pada pemugaran lebih dari 200 candi perwara atau candi pendamping di kompleks Prambanan yang saat ini masih berupa reruntuhan. Restorasi dilekatkan dengan agenda diplomasi budaya, antara lain penetapan 2026–2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara untuk memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara.

Target Wisatawan India dan “Quality Tourism”

Direktur Utama InJourney Maya Watono menyebut India sebagai pasar wisatawan yang sangat potensial karena jumlah penduduknya mencapai sekitar 1,4 miliar jiwa. Saat ini, jumlah wisatawan India yang berkunjung ke kawasan Candi Prambanan tercatat rata-rata hampir 4.000 orang per tahun, sehingga masih terbuka ruang pertumbuhan yang besar.

InJourney mengharapkan restorasi ini dapat meningkatkan minat wisatawan India untuk datang ke Indonesia, khususnya ke Prambanan, sehingga mendorong pertumbuhan inbound tourism yang lebih berkualitas. Perdana Menteri India Narendra Modi sendiri menjamin bahwa setelah restorasi rampung, jumlah wisatawan dan umat Hindu dari India akan tumbuh secara eksponensial.

Dampak Ekonomi dan Peluang UMKM

Restorasi Candi Prambanan diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, dan lapangan kerja di sekitar kawasan wisata. Dengan peningkatan kunjungan wisatawan, terutama dari India, pelaku usaha lokal seperti pemandu wisata, penyedia kuliner, dan pedagang cenderamata dapat memperoleh peluang pasar yang lebih luas.

InJourney menilai kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah bagi industri pariwisata nasional, sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia di pasar India yang belum sepenuhnya tergali. Momentum kunjungan kenegaraan PM Modi dan Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juli 2026 diharapkan menjadi katalis bagi promosi lebih intensif dan peningkatan minat wisatawan India untuk berkunjung ke Prambanan.

Penyesuaian Operasional Saat Kunjungan Kenegaraan

Dalam rangka mendukung kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada 8 Juli 2026, InJourney Destination Management (IDM) melakukan penyesuaian operasional pelayanan di Taman Wisata Candi Prambanan. Akses kunjungan bagi wisatawan tetap dibuka di area Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Lapangan Siwa pada 7 dan 8 Juli 2026, meskipun dengan penyesuaian area kunjungan tertentu.

Tiket yang telah dibeli secara daring untuk tanggal tersebut tetap berlaku, sementara pembelian tiket di lokasi secara langsung (on site) hanya sampai pukul 15.00 WIB pada hari kunjungan. Langkah ini diambil untuk menjaga kenyamanan wisatawan domestik dan mancanegara sekaligus memastikan kelancaran agenda bilateral kedua negara di kawasan Prambanan.

Prambanan sebagai Simbol Diplomasi Budaya

Kini, Candi Prambanan tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata semata, tetapi juga menjadi simbol diplomasi budaya antara Indonesia dan India. Komitmen India untuk membantu restorasi Prambanan, yang awalnya disepakati dalam pertemuan bilateral Presiden Prabowo dan PM Modi pada Januari 2025, semakin konkret setelah ditegaskan kembali dalam Joint Commission Meeting Indonesia–India di New Delhi pada pertengahan 2026.

Tim ASI bersama Kementerian Kebudayaan RI telah membahas tahap awal dokumentasi struktur candi, menunjukkan bahwa kerja sama ini sudah memasuki tahap implementasi teknis, bukan sekadar janji politik. Dengan demikian, restorasi Prambanan diharapkan menjadi salah satu contoh nyata bagaimanawarisan budaya dapat digunakan sebagai alat memperkuat hubungan bilateral sekaligus menggerakkan ekonomi pariwisata.

Next Post Previous Post