PT POJ dan PT TOP Pasok 250 Kendaraan untuk Mitra Driver Gojek
PT Pesonna Optima Jasa (POJ) dan PT Trans Optima Perkasa (TOP) resmi menyerahkan 250 unit kendaraan baru untuk memperkuat operasional mitra driver Gojek di wilayah Jabodetabek. Langkah ini merupakan bagian dari strategi kolaborasi strategis antara kedua perusahaan dalam memperluas akses kepemilikan dan penyewaan kendaraan bagi pengemudi layanan ride-hailing.
Dari total 250 unit yang diserahkan, sebanyak 200 kendaraan merupakan mesin pembakaran internal (ICE) berbahan bakar bensin, sementara 50 unit lainnya merupakan kendaraan listrik (EV) sebagai bagian dari komitmen transisi hijau.
Latar Belakang Kolaborasi POJ dan TOP
PT POJ merupakan perusahaan cucu dari Pegadaian yang bergerak di bidang penyediaan solusi transportasi dan lapangan kerja, sementara PT TOP dikenal sebagai mitra resmi Gojek dalam layanan fleet management services. Kedua perusahaan menandatangani perjanjian kerja sama strategis di Jakarta pada akhir Juni 2026 untuk pengadaan 250 unit armada baru.
Kerja sama ini bukan hanya sekadar ekspansi bisnis rental mobil konvensional, melainkan juga proyek percontohan yang memadukan mitigasi risiko finansial dengan agenda besar Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dampak bagi Mitra Driver Gojek
Dengan tambahan 250 kendaraan dari POJ, total armada aktif yang dikelola PT TOP kini mencapai 1.650 unit, setelah sebelumnya mengelola sekitar 1.400 armada di Jabodetabek. Layanan yang diberikan tidak hanya berupa penyewaan kendaraan, tetapi juga dukungan operasional sehingga mitra pengemudi dapat lebih fokus bekerja.
Langkah ini diharapkan dapat:
Memperluas akses kepemilikan dan penyewaan kendaraan bagi mitra driver;
Meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai pengemudi ride-hailing;
Mendukung mobilitas masyarakat serta mengurangi emisi karbon di area megapolitan.
Komitmen Transisi Hijau dan Pengembangan ke Kota Tier Dua
Komitmen terhadap transisi hijau ditunjukkan melalui alokasi 50 unit kendaraan listrik dalam paket armada baru ini. Bagi PT TOP, kendaraan listrik menjadi garda depan dalam mendorong adopsi EV di sektor transportasi online.
Ke depan, POJ dan TOP juga berencana:
Memperluas layanan ke kota-kota tier dua di Indonesia;
Mengkaji pengembangan bisnis penyewaan kendaraan roda dua berbasis listrik untuk mendukung sektor logistik dan transportasi penumpang.
Posisi Gojek dalam Sektor Transportasi dan Logistik Online
Gojek masih menjadi aplikasi yang paling dominan digunakan masyarakat untuk layanan transportasi dan logistik online di Indonesia. Survei Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menunjukkan bahwa 82 persen pengguna transportasi online menggunakan Gojek, serta 64 persen UMKM dan penjual memanfaatkan GoSend untuk logistik.
Penambahan armada ini semakin memperkuat posisi Gojek dalam memenuhi permintaan transportasi dan logistik, terutama di wilayah Jabodetabek yang masih menjadi pasar utama.

