Investasi Jepang ke Indonesia Tembus Rp 34 Triliun di Semester I 2026
Investasi Jepang ke Indonesia tercatat menembus Rp 34 triliun pada semester I 2026. Capaian ini memperlihatkan Jepang tetap menjadi salah satu mitra penting Indonesia dalam arus penanaman modal asing.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 1.010,6 triliun. Dari jumlah itu, realisasi penanaman modal asing atau PMA sebesar Rp 507,6 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri atau PMDN mencapai Rp 502,9 triliun.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyebut angka tersebut menunjukkan komposisi investasi asing dan domestik yang relatif seimbang dalam enam bulan pertama tahun ini. Pemerintah juga terus memanfaatkan forum internasional untuk menarik modal asing, termasuk lewat keikutsertaan Indonesia di World Expo 2025 Osaka, Jepang.
Dari ajang itu, Indonesia mengantongi potensi kerja sama dan investasi senilai US$ 28,9 miliar. Dari total tersebut, komitmen di sektor industri hijau dan hilirisasi mencapai US$ 22,3 miliar.
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Riyatno, mengatakan kehadiran Paviliun Indonesia di Osaka bukan hanya untuk promosi produk, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kemitraan dan menarik tambahan modal dari investor Jepang.
Makna bagi investasi
Capaian ini mengindikasikan bahwa minat investor Jepang terhadap Indonesia masih terjaga, terutama di sektor-sektor strategis yang mendukung hilirisasi dan transformasi industri. Jika potensi dari forum internasional seperti World Expo dapat dikonversi menjadi realisasi, arus investasi Jepang berpeluang terus meningkat pada semester berikutnya.

