Investor Asing Catat Beli Bersih Saham Mandiri dan Antam

Investor Asing Catat Beli Bersih Saham Mandiri dan Antam

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp54,4 miliar pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pembelian asing terfokus pada dua saham sektor utama, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Berdasarkan data BEI yang dikutip Investor Daily dari Stockbit Sekuritas, asing membukukan net buy pada saham BMRI senilai Rp149,9 miliar. Perhitungan tersebut menggunakan harga rata-rata sesi I dengan volume transaksi mencapai 35,4 juta saham. Seiring dengan aksi beli asing, harga saham BMRI menguat 1,92 persen ke level Rp4.240 per saham.

Dalam sebulan terakhir, saham BMRI hanya naik tipis 0,95 persen, sementara secara year to date (ytd) masih tercatat turun 16,8 persen. Data IDX menunjukkan total transaksi saham BMRI mencapai 85,4 juta saham dengan frekuensi 17,7 ribu kali dan nilai transaksi mencapai Rp361,1 miliar. Kondisi ini berbalik dibanding perdagangan sebelumnya, di mana saham BMRI tercatat banyak dijual oleh investor asing dengan net sell mencapai Rp247,9 miliar.

Selain BMRI, investor asing juga melakukan net buy pada saham ANTM senilai Rp130,9 miliar pada sesi pertama. Volume perdagangan saham ANTM oleh asing tercatat 43,3 juta saham berdasarkan harga rata-rata sesi I. Aksi borong ini mendorong kenaikan harga saham ANTM sebesar 5,14 persen ke level Rp3.070 per saham.

Pergerakan ANTM lebih positif dalam jangka pendek; dalam sebulan terakhir saham ini menguat 7,7 persen dan secara ytd naik 1,32 persen. Aksi beli asing pada kedua saham ini menunjukkan minat asing terhadap sektor perbankan dan pertambangan, meski kinerja BMRI sepanjang tahun masih mengalami tekanan.

Investor perlu mengamati kelanjutan arus modal asing dan faktor fundamental kedua emiten, termasuk kinerja kuartalan, prospek suku bunga, serta harga komoditas yang memengaruhi sektor pertambangan. Perubahan sentimen asing dapat berdampak signifikan pada likuiditas dan volatilitas saham emiten besar seperti BMRI dan ANTM.

Next Post Previous Post