Kementerian ESDM Mengkaji Pembangunan Storage BBM di Selayar Sulawesi Selatan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengkaji rencana pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) bahan bakar minyak (BBM) di Selayar, Kepulauan Selayer, Sulawesi Selatan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan cadangan BBM dari sekitar 21–25 hari saat ini menjadi hingga 90 hari (3 bulan) sesuai standar internasional.
Mengapa ESDM Mengkaji Storage di Selayar?
1. Kapasitas Storage Nasional Terbatas
Saat ini, Indonesia hanya mampu menyimpan BBM sekitar 21–25 hari, yang sudah berjalan cukup lama dan sesuai standar nasional tetapi dinilai belum memadai untuk ketahanan energi jangka panjang. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kapasitas terbatas ini disebabkan oleh daya tampung storage yang tidak cukup besar, bukan karena kemampuan penyediaan minyak yang kurang.
2. Perintah Presiden untuk Meningkatkan Cadangan
Presiden Prabowo Subianto telah memerintah pemerintah untuk segera membangun fasilitas storage baru agar ketahanan energi nasional dapat mencapai sekitar 3 bulan atau 90 hari. Target ini sejalan dengan standar minimum konsensus global untuk ketahanan energi.
3. Selayar sebagai Salah Satu Lokasi Kajian
Pemerintah hanya fokus pada satu lokasi, tetapi mengkaji beberapa alternatif, termasuk Sumatera, Karimun, Dumai, Cilacap, dan juga Selayar. Selayar dipilih karena potensi geografis dan strategisnya sebagai titik penyimpanan yang dapat mendukung distribusi BBM ke wilayah selatan Indonesia dan perairan sekitarnya.
Perkembangan Rencana Storage BBM Nasional
Beberapa Lokasi yang Dikaji
Sumatera: Diusulkan sebagai salah satu lokasi utama untuk pembangunan storage baru guna meningkatkan cadangan BBM nasional.
Karimun (Kepulauan Riau): Fasilitas penyimpanan BBM internasional di Karimun masih memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk penambahan storage baru.
Dumai dan Cilacap: ESDM juga mendorong pembangunan storage di sekitar kilang Dumai dan Cilacap untuk memperkuat stok minyak mentah guna pengolahan di kilang tersebut.
Selayar: Seperti disebutkan dalam artikel Harian Basis, Selayar sedang dikaji sebagai lokasi potensial untuk storage BBM regional.
Target Waktu Pembangunan
Menurut Bahlil, pemerintah menargetkan pembangunan storage mulai dilakukan pada 2026, dengan kapasitas yang mampu menampung stok BBM hingga 90 hari. Studi kelayakan (feasibility study) untuk berbagai lokasi, termasuk Selayar, sedang berlangsung untuk menentukan prioritas dan kelayakan teknis serta ekonomi.
Pola Investasi dan Investor
Investasi pembangunan storage baru rencananya dikerjakan oleh sektor swasta, dengan skema kolaborasi antara investor dalam negeri dan luar negeri. Bahlil menegaskan bahwa investor yang berminat tidak berasal dari Amerika Serikat, melainkan kombinasi antara pengusaha lokal dan pihak asing.
Dampak Pembangunan Storage BBM di Selayar
1. Peningkatan Ketahanan Energi Nasional
Dengan adanya storage baru di Selayar, cadangan BBM nasional dapat meningkat signifikan, sehingga risiko gangguan akibat konflik regional, fluktuasi harga, atau masalah logistik dapat lebih dimitigasi.
2. Distribusi BBM Lebih Merata ke Wilayah Timur
Selayar yang terletak di wilayah selatan Sulawesi dapat menjadi titik strategis untuk distribusi BBM ke wilayah Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara, sehingga mengurangi ketergantungan pada pengiriman dari pusat-pusat logistik di Jawa dan Sumatera.
3. Dampak Ekonomi Lokal
Pembangunan storage diharapkan membuka peluang investasi, lapangan kerja, dan peningkatan sektor jasa di sekitar Selayar, termasuk transportasi, pergudangan, dan pelayanan pendukung industri.

