Laba Bersih Indosat Melonjak 84,5 Persen pada Semester I-2026
PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada semester I-2026 dengan lonjakan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 84,5% secara tahunan (yoy). Laba bersih tercatat mencapai Rp 4,3 triliun, menandakan pemulihan dan efisiensi operasional yang signifikan dalam enam bulan pertama tahun ini.
Pendapatan konsolidasian Indosat tumbuh 13,1% yoy menjadi Rp 30,65 triliun, sejalan dengan peningkatan EBITDA sebesar 13,6% yoy menjadi Rp 14,60 triliun. Margin EBITDA perusahaan mencapai 47,6%, menunjukkan profitabilitas yang kuat dan pengelolaan biaya yang efektif.
Manajemen Indosat menyatakan bahwa hasil positif ini merupakan buah dari efisiensi pengelolaan biaya serta model bisnis yang semakin skalabel. Kedua faktor tersebut dinilai mampu mendorong kinerja berkelanjutan dan memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan.
Pertumbuhan ARPU dan Basis Pelanggan
Salah satu indikator kesehatan bisnis Indosat adalah kenaikan ARPU (Average Revenue Per User). Pada semester I-2026, ARPU Seluler Gabungan tercatat naik 17,3% menjadi Rp 46.000. Sementara itu, basis pelanggan seluler perusahaan berada pada kisaran 93 juta pelanggan, yang mencerminkan fundamental bisnis inti yang tetap sehat dan berkualitas.
Penguatan Infrastruktur dan Kesiapan Menghadapi Lonjakan Data
Untuk mendukung lonjakan trafik data dan menjaga kualitas layanan, Indosat terus memperkuat infrastruktur jaringan. Perusahaan menambah jumlah BTS 4G hingga mencapai 214 ribu unit. Penambahan ini dilakukan untuk melayani pertumbuhan trafik data yang mencapai 19,9% yoy serta memastikan pengalaman pengguna tetap prima di tengah peningkatan permintaan layanan digital.
Implikasi dan Prospek
Kombinasi pertumbuhan pendapatan, margin EBITDA yang kuat, dan peningkatan ARPU menunjukkan bahwa strategi transformasi dan efisiensi Indosat mulai membuahkan hasil. Dengan basis pelanggan yang besar dan investasi berkelanjutan pada jaringan, Indosat berada pada posisi yang lebih baik untuk menangkap peluang pertumbuhan pasar digital yang terus meningkat.

